Berita

Ketua KPU Hasyim Asyari/Net

Politik

Ketua KPU: Anggaran Penyelenggaraan Pemilu Bisa Saja Dipangkas

RABU, 13 APRIL 2022 | 16:54 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Presiden Joko Widodo menyebut dibutuhkan sedikitnya Rp110,4 triliun untuk Pemilu 2024. Dengan rincian, Rp 76,6 triliun untuk KPU dan sisanya Rp 33,8 triliun bagi Bawaslu.

Ketua KPU RI Hasyim Asyari menyampaikan, anggaran penyelenggara Pemilu 2024 untuk KPU dan Bawaslu, bisa dipangkas atau diefisiensi dengan beberapa syarat.

"KPU memang sudah mengajukan anggaran dan memang sudah dilakukan apa namanya review dan efisiensi tentu saja efisiensi ini masih sangat mungkin kita peroleh atau kita raih lagi dengan beberapa catatan,” ucap Hasyim dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR RI, Gedung Nusantara II, Komplek Parlemen, Senayan, Rabu (13/4).


Hasyim menyampaikan bahwa anggaran yang disebutkan PResiden Joko Widodo untuk Pemilu 2024 itu sangat tinggi lantaran memerlukan beberapa keperluan penunjang dalam pelaksanaan Pemilu 2024.

"Mengapa anggaran besar? Karena keperluan yang diperlukan di kepemiluan dalam hal ini pandangan KPU bukan sekedar aspek elektoral tapi juga ada aspek-aspek dukungan infrastruktur seperti kantor kemudian gudang,” katanya.

Jelang musim pemilu, infrastruktur yang diperlukan dapat direspon positif, namun sebalknya jika tidak pada musim pemilu anggaran untuk infrastruktur pemilu sangat sulit untu didapatkan.

"Oleh karena itu bila ini bisa memangkas mata anggaran yang sangat tinggi atau besar maka dapat di efisiensi dengan beberapa cara misalkan di antaranya fasilitasi dari pemerintah terutama jajaran pemerintah pusat yang punya infrastruktur di daerah kantor-kantor itu dihibahkan untuk KPU,” tutupnya.



Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya