Berita

Kota Abuyog di Provinsi Leyte, yang terendam banjir dan sebagian terkena tanah longsor, Senin (11/4)/Net

Dunia

Diterjang Badai Megi, 24 Warga Filipina Tewas Akibat Tanah Longsor

SENIN, 11 APRIL 2022 | 23:22 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

Pemerintah Filipina melaporkan, setidaknya 24 orang tewas akibat tanah longsor dan banjir di Filipina tengah dan selatan, setelah badai tropis Megi menyebabkan hujan lebat dan mengganggu perjalanan menjelang liburan Paskah.

Badan Bencana Filipina mengatakan, lebih dari 13 ribu warga mengungsi ke tempat penampungan darurat saat badai menerjang wilayah itu pada Minggu (10/4), membanjiri rumah, menggenangi ladang, memutus jalan dan mematikan listrik.

Petugas Bencana Filipina, Rhyse Austero mengatakan kepada AFP pada Senin (11/4), bahwa provinsi Leyte adalah yang paling parah dilanda oleh badai tersebut.


Ia menjelaskan badai tersebut membawa tanah longsor yang menyebabkan 21 orang tewas di empat desa pada provinsi Leyte.

Baru-baru ini, dilaporkan korban tewas di provinsi tersebut tambah tiga orang lagi di pulau selatan Mindanao.

"Kemarin hujannya sangat deras, tidak henti-hentinya selama lebih dari 24 jam," kata warga kota Abuyog, Leyte, Hannah Cala Vitangcol kepada AFP, Senin (11/4).

Guru berusia 26 tahun itu melarikan diri bersama keluarganya ke sebuah hotel pada Senin, ketika ia terbangun dari tidurnya dan melihat seluruh tetangganya tertimbun sebagian oleh tanah longsor.

"Saya menangis karena saya tahu orang-orang dimakamkan di sana dan saya juga takut karena ada gunung di belakang rumah kami," katanya.

Penjaga Pantai Filipina dan personel polisi hingga kini sibuk menyelamatkan orang-orang dari rumah mereka di kota Abuyog yang terendam banjir, membawa penduduk ke tandu oranye yang diletakkan di atas perahu terapung.

Badai tropis Megi, yang dikenal di Filipina dengan nama lokal Agaton, adalah badai besar pertama yang melanda negara itu tahun ini.

Badai ini dilaporkan telah mengobrak-abrik aktivitas maritim Filipina, memaksa lusinan pelabuhan untuk menangguhkan operasinya dan membuat hampir 6 ribu orang terdampar di kepulauan Filipina.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Arah Pergerakan Ekonomi Nasional dalam Papan Catur Oligarki

Minggu, 06 September 2026 | 05:51

Breaking News: Bandara Soeta Ditutup!

Minggu, 06 September 2026 | 05:16

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Terdeteksi Hingga Sumbar

Minggu, 06 September 2026 | 04:52

Menerima Dubes AS untuk ASEAN

Minggu, 06 September 2026 | 04:22

KKP Gelar Inspeksi Kapal Perikanan Demi Lindungi ABK Sesuai Konvensi ILO 188

Minggu, 06 September 2026 | 03:53

Ketika Rasa Sakit Direduksi Angka

Minggu, 06 September 2026 | 03:23

TelkomProperty Pastikan Optimalisasi Aset dan Memenuhi Prinsip Value Creation

Minggu, 06 September 2026 | 02:50

Jangan Ulangi Kesalahan Revolusi Biru

Minggu, 06 September 2026 | 02:21

Tidak Cukup Hanya Pakai Masker, Ini Bahaya Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Minggu, 06 September 2026 | 01:59

Photex Navy Force SGS 2026 Tampilkan Formasi Laut di Perairan Banten

Minggu, 06 September 2026 | 01:46

Selengkapnya