Berita

Watimpres Wiranto usai menerima kedatangan pewakilan BEM Nusantaran/Net

Politik

Pengamat: Wiranto Muncul Karena Jokowi Hanya Mau Mendengar Luhut

MINGGU, 10 APRIL 2022 | 04:23 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Rencana aksi besar-besaran mahasiswa dan sejumlah unsur masyarakat pada Senin (11/4), coba diredam pemerintah dengan memunculkan Ketua Dewan Pertimbangan Presiden, Wiranto.

Namun langkah ini dianggap telat oleh Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie. Ia melihat selama ini Presiden Joko Widodo lebih mendengarkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan (LBP).

Padahal, kata Jerry, LBP kerap kali membuat kontroversi dalam banyak kesempatan. Terbaru soal isu penundaan pemilu, yang diklaim Luhut mendapat dukungan mayoritas masyarakat berdasarkan olah big data media sosial timnya.


"Itulah jadinya kalau Jokowi jarang melibatkan tim Wantipimresnya dan hanya mau mendengar apa kata Luhut Binsar Panjaitan yang sebetulnya sudah mau membawa ke jurang," ujar Jerry kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (9/4).

Menurut Jerry, Wiranto merupakan sosok yang telah lalu lalang di pemerintahan, sehingga memiliki banyak pengalaman, utamanya untuk menghadapi aksi unjuk rasa mahasiswa.

"Ingat beliau pernah menjadi Panglima TNI saat demo besar-besaran mahasiswa saat menjatuhkan Presiden Soeharto pada tahun 1998," tuturnya.

"Harusnya Wiranto ikut dilibatkan dalam keputusan-keputusan strategis, memang saya nilai Wiranto jarang dilibatkan. Nanti kalau suasana genting seperti ini beliau muncul," demikian Jerry.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Prabowo Kumpulkan Ratusan Pengurus Kadin se-Indonesia di Istana

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:26

Larangan Dapur MBG Gunakan Barang Bersubsidi Sudah Tepat

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:25

Cegah Gagal Panen, Komisi IV DPR Minta Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:03

Indonesia-Tiongkok Perkuat Kemitraan Strategis Berbasis Ekonomi Hijau

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:53

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dinilai Paling Siap, Palangka Raya jadi Percontohan Digitalisasi Perlinsos Berbasis IKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:33

Praperadilan Ketiga Roy Suryo, Ahli Perkuat Dalil Permohonan Ganti Rugi Rp206 Juta

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:32

Jakarta Gandeng Banten Bangun Kawasan Ketahanan Pangan Terpadu

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:27

Digitalisasi Perizinan Tutup Celah Perdagangan Satwa Liar Ilegal

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12

IHSG Sesi I Menguat 29 Poin, Saham TINS DEWA dan BBCA Paling Memikat Investor

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12

Selengkapnya