Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Bukan Cuma Krisis, Utang Bengkak Pemerintah Bisa Ganggu Kepercayaan Investor

SABTU, 09 APRIL 2022 | 21:32 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Utang pemerintah yang berpotensi membengkak pada kuartal II-2022, disinyalir mengundang krisis pembiayaan dan menjalar ke sulitnya mendapat investor.

Begitu analisis Direktur Center of Economic and Law Studie (Celios), Bhima Yudhistira, menanggapi perihal utang pemerintah yang hingga Februari 2022 sudah mencapai Rp 7.014,58 triliun.

Menurutnya, nominal utang yang bertambah sekitar Rp 4.349,7 triliun dari semenjak awal Presiden Jokowi memerintah di periode pertama pada tahun 2015 tersebut, akan makin menggunung mengingat keharusan pemerintah menyediakan bantalan ekonomi bagi masyarakat.


Salah satu contoh konretnya Bhima menyebutkan potensi kenaikan utang pemerintah untuk memberikan subsidi energi bagi masyarakat. Karena, baru-baru ini terjadi kenaikan harga minyak dunia yang mengharuskan adanya kenaikan harga BBM RON 92 atau Pertamax menjadi Rp 12.500 per liter.

"Setidaknya dari subsidi energi apabila bengkak dari Rp 134 triliun menjadi Rp 200 triliun artinya butuh tambahan pembiayaan Rp 66 triliun," papar Bhima kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (9/4).

Penambahan utang, baik untuk kebutuhan subsidi energi maupun subsidi pangan yang juga mengalami lonjakan harga, menurut Bhima akan terjadi apabila pemasukan pemerintah dari sektor pajak minim.

"Jika pajak tidak bisa menutup defisit konsekuensinya menambah utang baru," imbuhnya menegaskan.

Karena itu, Bhima memandang perlu bagi pemerintah untuk memperhatikan beban utang pemerintah terhadap penerimaan pajak, yang berdasarkan catatannya hingga hari ini masih cukup tinggi.

"Meskipun keseimbangan primer bisa ditekan menjadi surplus, namun pengeluaran belanja pemerintah yang meningkat akibat tambahan subsidi energi dan pangan menimbulkan kenaikan beban pembiayaan utang pada kuartal ke II 2022," tuturnya.

"Ini bisa terjadi krisis utang dan membuat kepercayaan investor turun tajam," tambahnya menutup.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya