Berita

Ketua Gerakan Reformasi Politik (Gerpol) Indonesia, Andrianto/Ist

Politik

Publik Butuh Bukti Keseriusan Jokowi dengan Memecat Luhut Binsar Pandjaitan

KAMIS, 07 APRIL 2022 | 13:02 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Publik berharap ada keseriusan dari Presiden Joko Widodo untuk memperbaiki keadaan saat ini. Di antaranya dengan memberhentikan semua aktor yang menyuarakan wacana penundaan Pemilu 2024 maupun perpanjangan masa jabatan presiden atau Jokowi tiga periode.

Disampaikan Ketua Gerakan Reformasi Politik (Gerpol) Indonesia, Andrianto, pembiaran dari Presiden Jokowi terhadap para menterinya untuk berbicara soal penundaan pemilu hanya bertahan selama sebulan.

"Cuma bertahan sebulan dari pernyataan Jokowi 5 Maret 2022 yang membiarkan siapapun termasuk para menterinya dalam hal mengusulkan wacana penundaan pemilu termasuk perpanjangan jabatan presiden atas dasar demokrasi penyampaian aspirasi," ujar Andrianto kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (7/4).


Lanjut Andrianto, sejak pernyataan Jokowi sebulan lalu yang menganggap wacana penundaan Pemilu 2024 sebagai hak demokrasi, memunculkan berbagai kegiatan yang menjadi sorotan publik. Seperti acara Apdesi yang terang-terangan menyetujui perpanjangan jabatan Presiden Jokowi.

"Publik melihat seakan Jokowi melegitimasi niat untuk mengkudeta konstitusi. Apalagi sang supermenterinya, LBP (Luhut Binsar Pandjaitan) sudah tampil sebagai motor soal perpanjangan ini dari mulai meng-endorse ke partai, PKB dan PAN," jelas Andrianto.

Tak heran kemudian muncul dorongan dari civil society yang bereaksi keras, seperti adanya Perhimpunan Menemukan Kembali Indonesia (PMKI) yang digawangi oleh para aktivis.

Tak hanya itu, juga mulai bermunculan perlawanan dari tokoh publik, seperti Ketua DPD RI LaNyalla Mattalitti yang terang-terangan menolak penundaan dan perpanjangan jabatan presiden.

"Akhirnya anak kandung reformasi para mahasiswa dengan masif dan spartan turun aksi ke Istana, antara lain BEM SI dan aliansi mahasiswa yang longmarch dari Universitas Trisakti sampai ke Harmoni, persis di halaman belakang Istana. Di beberapa daerah pun mahasiswa sudah turun ke jalan," papar Andrianto.

Nah, dalam pandangan Andrianto, aksi dari para mahasiswa itu telah membuat Istana bergetar. Upaya meredam mahasiswa melalui Cipayung Plus pun dianggap kandas.

"Mahasiswa yang seolah sekian lama tertidur ternyata tidak terlelap. Mahasiswa tetaplah agents of social change. Kini Jokowi meralat ucapannya sebulan lalu, melarang para menterinya berbicara soal jabatan presiden. Meski sudah sering ucapan ralat meralat terlontar dari mulutnya, sekarang bola sudah bergulir kencang di tengah harga yang melambung tinggi, serta inkompetensi rezim dengan utang yang sudah melewati ambang batas dari APBN yang berarti pelanggaran terhadap UU keuangan negara," terang Andrianto.

Andrianto pun memprediksi, mahasiswa dan elemen kritis dari gerakan civil society yang ditindas bahkan sampai masuk penjara tidak akan berhenti di era Jokowi.

"Jokowi harus paham niat perpanjangan hanya secuil dari policy-nya yang tidak berpihak pada kemakmuran rakyat. Dalam rezimnya hanya kemakmuran oligarki yang diberi karpet merah. Serta KKN-nya yang terang-terangan melibatkan pihak perkara (laporan Ubedilah ke KPK menyebut Sinar Mas) menjadi pimpinan IKN," tutur Andrianto.

Andrianto menilai, masih ada ruang untuk Jokowi jika bersedia memberhentikan aktor kisruh amandemen, yaitu Luhut Pandjaitan.

"Serta para menteri jajaran ekonominya harus diganti semua. Publik ingin lihat keseriusan Jokowi untuk perbaiki keadaan. Namun bila ini tidak berani dilakukannya, maka pudar sudah harapan rakyat. Dan mudah ditebak arah siklus 20 tahunan perubahan tidak lama lagi akan terjadi," pungkas Andrianto.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya