Berita

Kantor Konsulat Rusia di Latvia/Net

Dunia

Ini 13 Negara Yang Usir Diplomat Rusia Setelah Insiden Bucha

RABU, 06 APRIL 2022 | 22:23 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

Peristiwa pembantaian di Bucha, Ukraina telah menarik perhatian dunia dimana mayoritas mengecam insiden itu. Negara-negara barat telah mengusir diplomat Rusia atas kengerian insiden tersebut.

Insiden yang terjadi pada Minggu (3/4) ini, menampakkan hampir 200 mayat bergeletakan di jalanan kota Bucha, kota tetangga Kyiv. Beberapa dari mayat tersebut tampak diikat tangannya dengan luka tembak di kepala. Selain itu ada juga tumpukan mayat yang dibiarkan saja di pinggir jalanan.

Sejak kejadian itu, dilaporkan lebih dari 200 diplomat Rusia telah diusir dari masing-masing negara dimana mereka ditempatkan. Yang terbaru adalah, diusirnya diplomat Rusia dari Yunani dan Norwegia pada Rabu (6/4).


Berikut adalah daftar dari 13 negara yang mengusir diplomat Rusia setelah insiden Bucha:

1. Norwegia (3 Diplomat)
Kementrian Luar Negeri Norwegia mengumumkan pengusiran tiga diplomat Rusia, dengan mengatakan individu-individu tersebut melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan status diplomatik mereka.

“Bukan kebetulan pengusiran ini terjadi sekarang,” ujar Menteri Luar Negeri Norwegia, Anniken Huitfeldt pada Rabu (6/4).

2. Yunani (12 Diplomat)
Kementrian Luar Negeri Yunani telah mengusir setidaknya 12 diplomat Rusia dengan status personae non gratae pada Rabu.

"Pihak berwenang Yunani telah menyatakan 12 anggota misi diplomatik dan konsuler Federasi Rusia terakreditasi di Yunani ... sebagai personae non gratae," ujar Kementerian Luar Negeri Yunani.

3. Spanyol (Setidaknya 25 Diplomat)
Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares, pada Rabu (6/4), mengatakan bahwa negara telah memutuskan untuk mengusir sekitar 25 diplomat Rusia karena atas insiden Bucha dan mereka merupakan ancaman bagi kepentingan negara.

4. Jerman (40 Diplomat)
Menteri Luar Negeri Jerman, Annalena Baerbock mengusir 40 diplomat Rusia pada Senin (4/4). Selain kecaman atas insiden Bucha, Annalena menilai keberadaan diplomat Rusia di negaranya merupakan 'ancaman' bagi pengungsi Ukraina.

5. Perancis (35 Diplomat)
Kementerian Luar Negeri Prancis mengumumkan dalam sebuah pernyataan pada Senin (4/4), bahwa mereka akan mengusir 35 diplomat Rusia sebagai bagian dari aksi bersama Eropa setelah operasi Moskow di Ukraina.

“Prancis memutuskan malam ini untuk mengusir sejumlah personel Rusia dengan status diplomatik yang ditempatkan di Prancis yang kegiatannya bertentangan dengan kepentingan keamanan kami," ujar kementerian luar negeri dalam sebuah pernyataan.

6. Italia (30 Diplomat)
Kementrian Luar Negeri Italia pada Selasa (5/4) mengumumkan bahwa Negaranya telah melakukan pengusiran 30 diplomat Rusia. Pengusiran ini dilakukan dengan alasan "keamanan nasional."

Setelah itu, Perdana Menteri Italia, Mario Draghi, menyerukan investigasi independen terkait dugaan pembunuhan warga Ukraina.

7. Slovenia (33 Diplomat)
Pemerintah Slovenia pada Selasa (5/4) telah mengusir 33 diplomat Rusia, pengusiran ini dilakukan atas responsnya dengan insiden di Kota Bucha.

Slovenia juga memanggil Duta Besar Rusia untuk negara itu, Branko Rakovec.

8. Estonia (7 Diplomat)
Pemerintahan Estonia pada Selasa (5/4) telah mengusir setidaknya 7 Diplomat Rusia.Namun tak hanya diplomat, mereka juga mengusir 7 konsuler Rusia di hari yang sama.

9. Swedia (3 Diplomat)
Menteri Luar Negeri Swedia, Ann Linde pada Selasa (5/4) mengatakan, bahwa negaranya telah mengusir 3 diplomat Rusia.

Namun alasannya cukup unik, dikatakan pengusiran itu dilakukan karena diplomat tersebut "melakukan operasi intelijen ilegal di Swedia."

10. Rumania (10 Diplomat)
Kementerian Luar Negeri Rumania pada Selasa (5/4) mengumumkan, mereka telah mengusir sepuluh diplomat Rusia di Bucharest.

Dikatakan mereka semua dikenakan status Persona non gratae atas pelanggaran hubungan diplomatik yang didasari konvensi Wina 1961.

11. Denmark (15 Diplomat)
Menteri Luar Negeri Denmark, Jeppe Kofod pada Selasa (5/4) mengatakan, bahwa negaranya telah mengusir 15 diplomat Rusia.

Dikatakan 15 diplomat itu diduga anggota intelijen Rusia yang melakukan aksi spionase di Denmark.

Meskipun begitu, Denmark merupakan salah satu negara Eropa yang masih menjalin hubungan diplomatik dan dagang baik dengan Rusia.

12. Latvia (13 Diplomat)
Menteri Luar Negeri Latvia, Edgars Rinkevics pada Selasa (5/4) mengumumkan, bahwa negaranya akan menutup dua pos konsuler Rusia di Daugavpils dan Liepaja.

"Staf diplomatik Konsulat Jenderal itu dinyatakan persona non gratae di Latvia," bunyi pernyataan tersebut.

Tiga belas diplomat Rusia diusir di hari yang sama.

13. Lithuania (Dubes Rusia)
Pemerintah Lithuania pada Senin (4/4) telah mengusir Duta Besar Rusia untuk negara itu, Eitvydas Bajarunas.

Lithuania merupakan negara pertama yang mengusir diplomat Rusia dari rentetan di daftar ini setelah insiden Bucha.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Disinggung Kenaikan LPG Nonsubsidi, Bahlil Malah Berkelit soal LPG 3 Kg

Senin, 20 April 2026 | 22:11

KPK Serahkan Rampasan Puput Tantriana Rp3,52 Miliar ke Lemhannas

Senin, 20 April 2026 | 22:06

DPR Cuma Butuh Sehari Rampungkan 409 Daftar Masalah RUU PPRT

Senin, 20 April 2026 | 22:01

Berikut 12 Poin Strategis RUU PPRT yang Dibahas Baleg DPR

Senin, 20 April 2026 | 21:54

Dipimpin Dasco, RUU PPRT Segera Dibawa ke Paripurna

Senin, 20 April 2026 | 21:52

Pemkot Tangerang Jaga Transparansi Lewat Penyerahan LKPD Unaudited 2025

Senin, 20 April 2026 | 21:34

Menkes Sebut Penanganan Campak Tidak Perlu Lockdown, Ini Penjelasannya

Senin, 20 April 2026 | 21:14

Kunjungi IKN, Ketua MPR: Proses Pembangunan Begitu Cepat

Senin, 20 April 2026 | 21:05

IPB Hanya Skorsing 16 Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual

Senin, 20 April 2026 | 20:41

Bisnis Tambang Sarat Risiko, Asuransi Diminta Perkuat Kompetensi

Senin, 20 April 2026 | 20:39

Selengkapnya