Berita

Aksi aktivis Greenpeace memblokade kapal tanker milik Pertamina di lepas pantai Denmark pada Kamis lalu (31/3)/Net

Politik

Sesalkan Aksi Blokade Kapal Pertamina Prime, Legislator PDIP: Greenpeace Punya Standar Ganda

SENIN, 04 APRIL 2022 | 17:44 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Aksi sejumlah aktivis Greenpeace yang memblokade Kapal Pertamina Prime saat berada di lepas pantai Denmark pada Kamis lalu (31/3) disesalkan anggota Komisi VII DPR RI, Yulian Gunhar. Sebab, tindakan tersebut tidak tepat saat banyak negara butuh pasokan energi akibat konflik Rusia dan Ukraina.

"Saat ini, banyak negara membutuhkan pasokan energi untuk memenuhi kebutuhan domestik, termasuk Indonesia yang merupakan termasuk negara importir BBM," ucap Gunar dalam keterangannya, Senin (4/4).

Ia pun bersyukur ketika diberitakan bahwa kapal yang sempat diblokade itu sudah kembali berlayar menuju tujuan.


Politikus PDI Perjuangan itu berharap tindakan tersebut tidak terulang kembali. Apalagi Greenpeace, menurutnya, terkesan menerapkan standar ganda ketika tidak bersikap sama saat invasi Amerika Serikat ke Timur Tengah.

"Selama invasi Amerika Serikat ke Timur Tengah, aktivis ini tidak ada gaungnya. Ini kan namanya standar ganda," tegasnya.

Gunhar pun berharap perdamaian segera tercipta antara Rusia dengan Ukraina, sehingga energi dunia tidak lagi mengalami gangguan distribusi.  

"Kita juga berharap perundingan Rusia dengan Ukraina menghasilkan resolusi damai dan perang segera berakhir, sehingga pasokan energi dunia tidak terganggu," pungkasnya.

Kapal Pertamina Prime dan kapal tanker Seaoath diadang sejumlah aktivis Greenpeace di lepas pantai Denmark utara karena diduga membawa minyak dari Rusia.

Kapal Seaoath tiba dari Rusia membawa 100.000 ton minyak mentah Ural untuk dikirim ke kapal tanker Pertamina Prime yang lebih besar.

Pertamina Prime adalah kapal kedua PT Pertamina International Shipping yang merupakan kapal single screw driven single deck type crude oil tanker dengan panjang 330 meter dan draft 21.55 meter.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Menhub Prioritas Program dan Anggaran untuk Tingkatkan Keselamatan Transportasi

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:51

DPR Yakin Potongan Aplikasi 8 Persen Bikin Driver Makin Sejahtera

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:48

Kuasa Hukum Pertanyakan Status Tersangka Raudi Akmal

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:25

Nasib Ribuan Pekerja Moker Freeport Diadukan ke Kementerian HAM

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:09

Gus Yaqut Dibantarkan ke Rumah Sakit Polri

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:58

Dirjen Imigrasi Paparkan Tiga Pilar Penguatan Perbatasan Indonesia di Siem Reap

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:29

Legislator Golkar Apresiasi Dividen PT Telkom Tertinggi

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:15

Connie Minta Jokowi Diadili Terkait Kebijakan IKN

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:12

Kuliner Potensi Perkuat Pariwisata di Kancah Internasional

Rabu, 24 Juni 2026 | 19:53

Harta Kekayaan Menperin Agus Gumiwang Naik 23,2 Persen, Utang Nyaris Rp100 Miliar

Rabu, 24 Juni 2026 | 19:51

Selengkapnya