Berita

Menteri Bisnis, Energi, dan Industri Inggris, Kwasi Kwarteng/Net

Dunia

Inggris akan Buat 7 PLT Nuklir, Diperkirakan Tahun 2050 Beroperasi Penuh

MINGGU, 03 APRIL 2022 | 19:57 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

Di tengah krisis energi akibat perang Ukraina, Inggris baru-baru saja mengatakan bahwa negara itu akan membuat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) baru sebanyak hingga 7 PLTN. Dikatakan pada 2030, setidaknya 2 PLTN sudah siap digunakan.

Menteri Bisnis, Energi, dan Industri Inggris, Kwasi Kwarteng mengatakan kepada The Sunday Telegraph pada Minggu (3/4), bahwa Inggris dapat membangun hingga tujuh pembangkit listrik tenaga nuklir baru sebagai bagian dari ekspansi radikal energi dalam negeri setelah invasi Rusia ke Ukraina.

“Ada dunia di mana kita memiliki enam atau tujuh situs di Inggris pada tahun 2050,” ujar Kwarteng kepada surat kabar itu.


Kwarteng mengatakan, para menteri Inggris telah sepakat membentuk program nuklir pengembangan baru, yang disebut Great British Nuclear.

Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi situs PLTN, memotong birokrasi untuk mempercepat proses perencanaan, dan menyatukan perusahaan swasta untuk menjalankan setiap situs PLTN.

Dikatakan strategi keamanan energi baru Inggris, yang akan diumumkan pada Kamis ini (7/4), diharapkan akan mengikat pemerintah untuk mendukung pembangunan setidaknya dua pembangkit nuklir skala besar baru pada tahun 2030.

Kini, Inggris memiliki 6 PLTN yang beroperasional secara penuh, dengan PLTN Hinkley Point B akan memasuki tahap dekomisi pada 2022 ini, menjadikan hanya 5 PLTN yang beroperasional di akhir tahun ini.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Seriuskah Kemdiktisaintek Menjaga Mutu Pendidikan Tinggi

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:22

Anggota Dewan Etik Golkar Diduga Terlibat Dugaan Penipuan Miliaran

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:11

Membangun Kemandirian Energi Desa Melalui Penguatan Kapasitas Local Hero

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:05

Pertamina Perkuat Kemitraan Strategis Lewat SRM Summit 2026

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31

Kerja Sama KSPSI-UT Perluas Kesempatan Pekerja Raih Pendidikan Tinggi

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:17

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PTPN IV PalmCo Fasilitasi APRC 2026, Perputaran Ekonomi Masyarakat Meningkat

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:58

Isu Wamenhan Baru Jangan Terjebak Kepentingan Bisnis dan Korporasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:55

Paroki Kraksaan Menanti Kejelasan

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:32

Pramono-Erick Thohir Godok Persiapan FIFA ASEAN Cup di Jakarta

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:24

Selengkapnya