Berita

Perdana Menteri China, Li Keqiang/Net

Dunia

Tawarkan Jaminan Bagi Uni Eropa, China Bersedia Damaikan Ukraina-Rusia dengan Caranya Sendiri

SABTU, 02 APRIL 2022 | 19:44 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

China telah menawarkan jaminan kepada Uni Eropa bahwa mereka akan mencari perdamaian di Ukraina.

Perdana Menteri China, Li Keqiang mengatakan kepada para pemimpin Uni Eropa pada Jumat (1/4), bahwa China akan mendorong perdamaian di Ukraina dengan cara mereka sendiri.

"China selalu mencari perdamaian dan mempromosikan negosiasi dan bersedia untuk terus memainkan peran konstruktif dengan komunitas internasional," ujar Li kepada saluran televisi negara CCTV.


“China mengikuti kebijakan perdamaian luar negeri yang independen, dan berdiri untuk mematuhi tujuan dan prinsip-prinsip Piagam PBB, menegakkan hukum internasional dan norma-norma dasar yang diakui secara luas. Kami akan menyelesaikan perselisihan dan konflik melalui dialog dan negosiasi,” tambahnya.

Pernyataan Li juga selaras dengan ucapan Presiden China, Xi Jinping di mana Ia berharap Uni Eropa akan memperlakukan China secara independen, menyampingkan dirinya dengan cara Eropa dan Amerika Serikat dalam mengatasi perang itu, yakni dengan sanksi.

Permintaan jaminan itu datang dari pihak Uni Eropa, yang mengatakan kepada Li dan Xi untuk tidak mengizinkan Moskow menghindari sanksi Barat yang dikenakan atas invasi Rusia ke Ukraina.

"Kami meminta China untuk membantu mengakhiri perang di Ukraina. China tidak bisa menutup mata terhadap pelanggaran Rusia terhadap hukum internasional," kata Presiden Dewan Eropa, Charles Michel dalam KTT Uni Eropa-China.

"Setiap upaya untuk menghindari sanksi atau memberikan bantuan kepada Rusia akan memperpanjang perang," katanya.

Michel mengatakan kedua pihak sepakat bahwa perang Ukraina itu, mengancam keamanan global dan ekonomi global.

Namun China sedang menjalin hubungan energi, perdagangan, dan keamanan yang lebih dekat dengan Rusia, memposisikan dirinya sebagai kekuatan global yang dapat melawan AS.

Ini terlihat jelas dalam deklarasi kemitraan strategis tanpa batas antar China -Rusia, beberapa minggu sebelum invasi 24 Februari.

China pada umumnya tidak mengutuk tindakan Rusia di Ukraina atau menyebutnya sebagai invasi, dan telah berulang kali mengkritik apa yang disebutnya sanksi Barat yang ilegal dan sepihak.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

RH Singgung Perang Bubat di Balik Sowan Eggi–Damai ke Jokowi

Jumat, 09 Januari 2026 | 20:51

UPDATE

VFive Group Salurkan Zakat Usaha Lebih dari Rp10 Miliar

Minggu, 18 Januari 2026 | 19:48

Parpol Ditantang Buat Komitmen Nasional Anti-Politik Uang

Minggu, 18 Januari 2026 | 19:32

Black Box Pesawat ATR 42-500 Ditemukan!

Minggu, 18 Januari 2026 | 18:55

KPK Masih Kuliti Dugaan Rasuah BPKH

Minggu, 18 Januari 2026 | 18:24

Denny JA Ungkap Akar Etika Kerja dan Kejujuran Swiss dari Reformasi Zurich

Minggu, 18 Januari 2026 | 18:20

Potongan Bangkai Pesawat ATR 400

Minggu, 18 Januari 2026 | 17:53

Haji Suryo Bangun Masjid di Tanah Kelahiran

Minggu, 18 Januari 2026 | 17:32

Lawatan LN Perdana 2026, Prabowo Sambangi Inggris dan Swiss

Minggu, 18 Januari 2026 | 17:15

Kebijakan Paket Ekonomi Lanjut Prioritaskan UMKM dan Lapangan Kerja

Minggu, 18 Januari 2026 | 16:56

Prabowo Jadi Saksi Nikah Sespri Agung Surahman, Jokowi Ikut Hadir

Minggu, 18 Januari 2026 | 16:55

Selengkapnya