Berita

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Antonio Guterres/Net

Dunia

Luncurkan Program Galang Dana, Sekjen PBB: Afghanistan Butuh Rp 63 T untuk Hindari Krisis

JUMAT, 01 APRIL 2022 | 21:18 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

Afghanistan membutuhkan dana sekitar 4,4 miliar dolar AS atau setara sekitar Rp 63 triliun untuk menghindari krisis pangan di negara itu.

Untuk menyelamatkan kondisi Afghanistan, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Antonio Guterres meluncurkan penggalangan dana virtual bersama Inggris, Jerman dan Qatar untuk mencapai target itu.

Guterres pada Kamis (31/3) menjelaskan, bahwa beberapa warga Afghanistan telah terpaksa menjual anak-anak mereka dan bagian tubuh mereka untuk mendapatkan uang untuk membeli makanan, dan hampir semua warga Afghanistan kini tidak memiliki sumber pangan yang memadai.


Menurutnya, di pedesaan Afghanistan yang termiskin, anak perempuan sebelum pubertas sering dinikahkan, dan keluarga mereka menerima mas kawin sebagai sumber penghasilan.

Guterres juga mengutip laporan Kelompok-kelompok bantuan yang telah mendokumentasikan beberapa kasus anak-anak yang dijual oleh orang tua yang putus asa, tetapi praktik semacam itu diyakini tidak meluas.

“Tanpa tindakan segera, Afghanistan menghadapi krisis kelaparan dan kekurangan gizi. Orang-orang sudah menjual anak-anak mereka dan bagian tubuh mereka untuk memberi makan keluarga mereka," ujar Guterres, dikutip dari The Hill.

Melihat kondisi tersebut, Guterres memulai penggalangan dana virtual yang didukung oleh Inggris, Jerman dan Qatar, yang tujuannya untuk menggalang dana hingga 4,4 miliar dolar AS.

Guterres meminta dunia untuk berbelas kasih terhadap warga Afghanistan yang haknya dilucuti, terutama kaum wanita dan anak perempuan, setelah Taliban menguasai negara itu sejak Agustus lalu.

Sejak itu, negara-negara maju telah mencoba menekan keuangan Taliban dengan harapan mereka akan melakukan reformasi yang diinginkan.

Banyak negara Barat terutama Amerika Serikat yang membekukan aset Afghanistan di luar negeri senilai 9 miliar dolar AS, sehingga Taliban tidak dapat mengaksesnya.

“Negara-negara kaya dan kuat tidak dapat mengabaikan konsekuensi dari keputusan mereka terhadap warga Afghanistan,” ujar Guterres.

“Sekitar 95 persen orang tidak memiliki cukup makanan, dan sembilan juta orang berisiko kelaparan. Mereka berada di ambang kematian,” tambahnya.

Ketika PBB bekerja untuk menggalang dana itu, Menteri Luar Negeri Inggris, Liz Truss mengatakan Inggris akan memberi dukungan 380 juta dolar AS mulai tahun 2021.

Menteri Luar Negeri Jerman, Annalena Baerbock mengatakan negaranya juga menyumbang 220 juta dolar AS. Sementara Qatar mengatakan telah menyumbang 50 juta dolar AS dalam beberapa bulan terakhir, dan menjanjikan 25 juta lagi untuk tahun 2022.

Linda Thomas-Greenfield, duta besar Amerika Serikat untuk PBB, mengatakan AS telah menyumbang hampir 204 juta dolar AS.

“Bantuan kemanusiaan ini, seperti semua bantuan dari Amerika Serikat, akan langsung disalurkan ke LSM dan PBB,” ujar Thomas-Greenfield.

“Taliban tidak akan mengendalikan pendanaan kemanusiaan kami,” tambahnya.

Secara total, negara-negara donor sejauh ini telah menjanjikan 2,4 miliar dolar AS, lebih dari setengah permintaan Guterres di konferensi tersebut.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

UPDATE

Polri Evaluasi Penggunaan Senpi Buntut Kasus Iptu N di Makassar

Jumat, 06 Maret 2026 | 01:58

Luhut Usul Pembentukan Satgas Khusus Imbas Konflik Israel-Iran

Jumat, 06 Maret 2026 | 01:39

Selebgram Klaim Dijadikan Tersangka dan Ngadu ke Kapolri

Jumat, 06 Maret 2026 | 01:10

Perang Timur Tengah Siap-siap Bikin APBN Babak Belur

Jumat, 06 Maret 2026 | 00:55

Warga Temukan Bayi Mungil Ditemani Sepucuk Surat di Gerobak Nasi Uduk

Jumat, 06 Maret 2026 | 00:31

Iran Pertegas Kembali Fatwa Haramkan Senjata Nuklir

Jumat, 06 Maret 2026 | 00:08

Berikut Jadwal One Way hingga Contra Flow di Tol Trans Jawa saat Mudik

Kamis, 05 Maret 2026 | 23:45

Luhut: Spirit Rakyat Iran Tidak Pernah Goyang

Kamis, 05 Maret 2026 | 23:21

Rapimnas IKA-PMII, Bedah Dampak Gejolak Timteng Terhadap Ekonomi RI

Kamis, 05 Maret 2026 | 23:05

50 Lansia Dhuafa di Depok Terima Santunan Ramadan

Kamis, 05 Maret 2026 | 22:58

Selengkapnya