Berita

Prabowo Subianto/Net

Politik

Soal Jalan Menang Pilpres 2024, Ini Masukan Penting untuk Prabowo Subianto

JUMAT, 01 APRIL 2022 | 05:40 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Hasil survei lembaga kredibel menemukan data tentang besarnya peluang Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto maju kembali di pemilihan presiden (Pilpres) di tahun 2024 mendatang.

Direktur Riset Indonesia Presidential Studies, Arman Salam memberikan masukan strategis pada Prabowo agar bisa mulus merebut kursi Presiden Indonesia.

Arman mengatakan, jika tidak dibiasakan bergaul, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo akan dengan mudah mengalahkan Prabowo.


"Artinya angka dukungan Prabowo tidak spektakuler dan preseden buruk jika Prabowo tidak mampu meningkatkan dukungan lagi karena mentok pada tingkat pengenalannya," terang Arman kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (1/4).

Arman kemudian memberikan beberapa saran pada Prabowo. Pertama, mengkapitalisasi secara massif atas kinerja baik yang dinilai publik. Menurut Arman, tim Prabowo harus jeli melihat peluang itu dan menyampaikan kepada publik dengan jelas, terukur dan luas.

Catatan kedua, pria yang saat ini menjabat Menteri Pertahanan itu harus menggandeng calon wakil presiden yang memiliki magnet dukungan yang kuat dari publik.

"Jangan calon wakil presiden yang 'ecek ecek' apalagi wakil titipan partai yang dianggap publik partai yang banyak membuat langkah politik tidak populer bahkan menimbulkan kegaduhan," demikian Arman menekankan.

Lebih lanjut, Arman membaca situasi dunia yang gaduh karena perang Ukraina dan Rusia akan menguntungkan Prabowo. Sebagai orang nomor satu Kemhan, pasti akan memberikan efek positif bagi Prabowo.

"Mengingat kekhawatiran publik atas rasa amannya saat ini bisa mengarah pada sosok yang dikenal tegas dan mumpuni sebagai pemimpin yang berani menghadapi konflik terutama aspek pertahanan dan keamanan," pungkasnya.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya