Berita

Baleg DPR RI saat menerima audensi Aisiyah Muhammadiyah dan Komnas Perempuan,, Rabu (30/3)/Net

Politik

Willy Aditya: RUU TPKS Bisa jadi Cerminan Peradaban Indonesia

KAMIS, 31 MARET 2022 | 03:33 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Saat menerima audensi Pimpinan Pusat Aisiyah Muhammadiyah dan Komnas Perempuan, Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Willy Aditya menilai Rancangan Undang Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS) bisa menjadi cermin peradaban Indonesia.

Dikatakan Willy, dengan adanya RUU TPKS dianggap bisa menyelesaikan akar masalah terkait kekerasan seksual di tengah masyarakat Indonesia.

“Tentu. RUU TPKS ini ciptakan sivilisasi baru. Ini adalah niat baik membangun peradaban yang lebih baik untuk Indonesia,“ ucap Willy di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (30/3).


Politisi Nasdem itu menjelaskan, setiap rapat Baleg digelar, terutama berkaitan RUU TPKS, bisa disaksikan oleh seluruh masyarakat Indonesia. Ia memastikan pihak DPR tidak ada niat sedikitpun untuk menutupi informasi tentang produk legislasi, termasuk RUU TPKS.

Selain itu, bersama dengan Tim Reformasi Parlemen, ia berupaya menunjukan komitmen kepada masyarakat bahwa DPR RI bekerja. Indikatornya, jejak digital bisa dilacak di berbagai media DPR, seperti website dan media sosial DPR RI, maupun TV dan Radio Parlemen.

Willy pun meminta kepada setiap lembaga masyarakat yang ingin memberikan masukan dan aspirasi untuk konsisten membangun komunikasi dengan setiap fraksi yang terlibat.  Partisipasi itu, kata Willy amat penting agar suara masyarakat yang disampaikan oleh lembaga bisa dipertimbangkan dan dibahas bersama.

“Agar setiap masukan bisa disampaikan dan dibahas untuk penguatan dan penyempurnaan RUU TPKS,” tandas Anggota Dewan dari dapil Jawa Timur XI itu.

Hadir mendampingi Willy, anggota Baleg DPR RI, di antaranya My Esti Wijayati (F-PDIP), Lisda Hendrajoni (F-Nasdem), dan Jefry Romdonny (F-Gerindra).

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya