Berita

Koordinator Masyarakat Peduli Pembangunan Supiori, Korneles Materay/RMOL

Hukum

Bawa Bukti Baru dari BPK Papua, KPK Diminta Beri Atensi Khusus Usut Dugaan Korupsi di Kabupaten Supiori

SELASA, 29 MARET 2022 | 17:50 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Laporan dugaan tindak pidana korupsi di Kabupaten Supiori, Provinsi Papua diharapkan mendapatkan atensi khusus dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera ditindaklanjuti.

Harapan itu disampaikan oleh Koordinator Masyarakat Peduli Pembangunan Supiori, Korneles Materay saat menyambangi Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa sore (29/3).

Kedatangannya ini, kata Korneles, bertujuan untuk berkoordinasi dengan KPK terkait laporannya yang telah dilayangkan sejak September 2021 lalu terkait beberapa dugaan korupsi di Supiori.


"Hari ini kami kembali lagi untuk melakukan koordinasi dengan KPK terkait dengan laporan pengaduan kami terkait dugaan tindak pidana korupsi di Kabupaten Supiori. Sejauh ini prosesnya masih dalam penelaahan," ujar Korneles kepada wartawan, Selasa sore (29/3).

Akan tetapi, Korneles mengaku, hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan informasi secara jelas terhadap laporannya itu.

"Jadi, kami sebenarnya sangat mengharapkan ada atensi khusus untuk kasus ini setidaknya ada tiga kasus yang kami laporkan. Kami minta atensi khusus karena kejadiannya tuh di daerah terpencil, jadi sulit juga dijangkau, apalagi masyarakat sangat membutuhkan kehadiran aparat penegak hukum ketika anggarannya tuh ada dugaan korupsi," terang Korneles.

Korneles mengatakan, dia membawa bukti tambahan berupa hasil pemeriksaan dari BPK Provinsi Papua. Di mana hasilnya, pada proyek pembangunan Jalan Jembatan Kali Amienweri I dengan anggaran Rp 6,6 miliar terdapat kerugian negara sebesar Rp 6 miliar.

"Kami berharap KPK bisa bekerja lebih cepat karena kami sudah berusaha untuk memberikan bukti-bukti, itu bisa menjadi petunjuk bagi APH untuk bekerja. Kami mengharapkan KPK bisa segera memanggil pihak-pihak terkait supaya minta keterangan mereka untuk memperjelas perkara ini," harapnya.

Korneles menjelaskan, proyek-proyek yang dilaporkan, yaitu proyek yang dianggarkan oleh APBD 2015 di antaranya, proyek peningkatan Jalan Ababiadi-Kunef 2,5 KM Kabupaten Supiori dengan anggaran Rp 7,2 miliar; proyek pembangunan jalan menuju PLTU Wabudori Kabupaten Supiori dengan anggaran Rp 3 miliar; dan proyek pembangunan jalan Jembatan Kali Amienweri I dengan anggaran Rp 6,6 miliar.

Untuk dua proyek pertama tersebut kata Korneles, telah dilaporkan ke KPK dan meminta agar KPK menindaklanjutinya.

"Hingga hari ini, pengusutannya baru menjerat Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pertambangan Kabupaten Supiori, Wigianto dan Demmy Steve Kawer. Kami menilai, masih ada pelaku intelektual yang harus diusut KPK karena proyek ini terkait kepentingan yang bersangkutan," jelasnya.

Sedangkan satu proyek yang satunya lagi yakni proyek Jalan Jembatan Kali Amienweri I, Korneles meminta agar KPK melakukan supervisi dan mengambil alih. Karena, sejak 2018, kasus tersebut tidak selesai ditangani oleh Polres Supiori.

"Jadi kami sudah menjelaskan dalam pengaduan sekaligus bukti-bukti yang ada. Seperti bukti-bukti terkait dengan anggaran, dokumen anggaran, lalu juga situasi foto terkait dengan proyek yang mangkrak di sana," pungkasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Jurubicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri mengaku akan mengecek terlebih dahulu terkait perkembangan laporan tersebut.

"Dicek dulu," singkat Ali kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa sore (29/3).

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya