Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Makin Berani di Laut China Selatan, AS Siap Perang dengan China?

SELASA, 29 MARET 2022 | 11:07 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Amerika Serikat (AS) telah meningkatkan kehadirannya di Laut China Selatan secara signifikan, yang terlihat dari semakin banyaknya latihan militer yang dilakukan Washington di perairan tersebut.

Lembaga think-tank di Beijing, Inisiatif Penyelidikan Situasi Strategis Laut China Selatan, menyebut AS melakukan setidaknya 95 latihan militer di perairan teersebut pada tahun lalu. Itu artinya 10 lebih banyak dari tahun 2019.

Dalam laporan lembaga tersebut, direkturnya, Hu Bo mengatakan militer AS telah mempertahankan kehadiran yang cukup kuat di dekat China sejak 1949. Namun operasi meningkat dalam beberapa tahun terakhir.


Meningkatnya latihan militer AS tidak hanya berdasarkan skala dan frekuensi, namun persiapan pada pertempuran nyata dengan China.

Pada Agustus 2021, AS, bersama dengan Australia, Inggris, dan Jepang, melakukan latihan angkatan laut terbesarnya dalam 40 tahun, yang melibatkan sekitar 25 ribu personel militer yang beroperasi di 17 zona waktu dari Eropa hingga Asia.

Sekitar 1.200 sorti patroli maritim dan pesawat pengintai melakukan pengumpulan intelijen jarak dekat di atas Laut China Selatan tahun lalu.

AS mencatat banyak rekor pada bulan November, termasuk 94 sorti, jumlah terbesar dalam satu bulan, dan 10 penerbangan, yang merupakan jumlah tertinggi dalam satu hari.

Selain itu, AS mencapai jarak pengawasan terdekat ke garis dasar perairan teritorial China pada 15,9 mil laut atau sekitar 29 km dari China.

"AS terus mencatat rekor dalam hal jarak antara pesawat pengintainya dan garis dasar laut teritorial China, yang menimbulkan risiko militer yang semakin tinggi," kata laporan itu.

Mengenai kegiatan oleh pasukan militer strategis, AS mengirim pendaratan amfibi dan kelompok serangan kapal induk ke Laut Cina Selatan pada 12 kesempatan pada tahun 2021, hampir dua kali lipat dari total tahun sebelumnya.

Kapal selam nuklir juga melakukan setidaknya 11 transit melalui perairan, bersama dengan 22 serangan mendadak oleh pembom strategis B-1B dan B-52H.

Hu mengatakan "strategi Indo-Pasifik" AS sangat terkait dengan geopolitik dan keinginannya untuk mempertahankan dominasi maritim di kawasan itu.

Akibatnya, AS kemungkinan besar akan terus mengintensifkan kegiatan militernya di dekat China, seperti di Laut China Selatan, Laut China Timur, dan Selat Taiwan.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

DPR Minta TVRI Maksimalkan Siaran Piala Dunia hingga Pelosok Negeri

Jumat, 30 Januari 2026 | 12:12

Budisatrio Dinilai Tepat Gantikan Sugiono di Kementerian Luar Negeri

Jumat, 30 Januari 2026 | 11:53

KPK Kembali Periksa Lima Pejabat Pemkab Bekasi Terkait Kasus Suap Ijon Bupati Ade Kuswara

Jumat, 30 Januari 2026 | 11:47

Trump: Putin Setuju Tahan Serangan ke Ukraina Selama Musim Dingin Ekstrem

Jumat, 30 Januari 2026 | 11:29

Lonjakan Harga Emas Diprediksi Tembus Rp4,2 Juta Akhir Tahun

Jumat, 30 Januari 2026 | 11:16

Pasar Minyak Masih Bergejolak Tanggapi Rencana AS Serang Iran

Jumat, 30 Januari 2026 | 11:08

Bawang Putih Impor Bakal Masuk Pasar, Kemendag Targetkan Harga Jinak Sebelum Ramadan

Jumat, 30 Januari 2026 | 10:50

Saham Nokia Anjlok, Ketua Dewan Komisaris Mengundurkan Diri

Jumat, 30 Januari 2026 | 10:20

Buntut Kasus Hogi Minaya, Kapolresta Sleman Dinonaktifkan

Jumat, 30 Januari 2026 | 10:01

Rapat Pleno Tetapkan Gus Yahya Kembali Pimpin NU

Jumat, 30 Januari 2026 | 10:01

Selengkapnya