Berita

Perdana Menteri India Narendra Modi /Net

Dunia

Di Tengah Tekanan Barat, India Justru Gandakan Impor Batubara dari Rusia

MINGGU, 27 MARET 2022 | 18:14 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

Di tengah tekanan barat atas sikap India terhadap Rusia, India justru menggandakan jumlah impor batu bara dari negeri beruang merah itu.

Menteri Besi Baja India (Steel Minister), Ramchandra Prasad Singh mengatakan, India akan terus mengimpor batu bara kokas dari Rusia, sebuah pernyataan yang dinilai melawan tren global untuk menghindari Rusia atas invasi ke Ukraina.

"Kebijakan kami akan melanjuti impor batu bara kokas dari Rusia," ujar Prasad dalam konferensi di New Delhi, seperti dikutip oleh Reuters, Minggu (27/3).


Ia mengatakan, India berencana untuk menggandakan impor batubara kokas Rusia, bahan utama dalam pembuatan baja. Menurut Prasad, India telah mengimpor 4,5 juta ton batu bara dari Rusia.

“Pasokan yang seharusnya lancar dari Rusia telah terpengaruh,” ujar Prasad, mereferensikan situasi dampak perang terhadap impor batu bara.

Kapal yang membawa setidaknya 1,06 juta ton batu bara kokas, terutama digunakan untuk pembuatan baja, dan batu bara termal yang digunakan terutama untuk pembangkit listrik, akan mengirimkan bahan bakar ke pelabuhan India bulan ini.

Menurut data dari konsultan Kpler, impor ini adalah yang terbesar sejak Januari 2020.

Rusia merupakan pemasok kokas dan batu bara termal terbesar keenam di India, umumnya menawarkan harga yang lebih kompetitif kepada pembeli China dan India karena pelanggan Eropa dan pelanggan lainnya menolak tawaran Rusia karena takut sanksi.

Para pebisnis batu bara India mengatakan, impor batubara Rusia ini juga dibantu oleh program pertukaran rubel-rupee yang dibahas secara seksama oleh Kabinet Narendra Modi pada pekan lalu.

India adalah pembeli utama barang-barang Rusia, mulai dari komoditas utama hingga senjata. India juga abstain dari mengutuk Rusia atas invasinya ke Ukraina, dimana anggota mayoritas anggota PBB mengecam Rusia.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Budi Arie Bakal Dipolisikan soal Ucapan Percepatan Pemilu 2029

Senin, 07 September 2026 | 22:28

Teluk Bayur: Jangan Membangun Aset Tanpa Kargo

Senin, 07 September 2026 | 22:10

PLTP Gunung Ungaran Miliki Sejumlah Manfaat, Eksplorasi Layak Dilanjutkan

Senin, 07 September 2026 | 21:55

Purbaya Tak Ambil Pusing Pramono Ngotot Terbitkan Obligasi DKI Rp5,2 Triliun

Senin, 07 September 2026 | 21:35

BRI dan Serikat Pekerja BRI Tandatangani PKB 2026-2028

Senin, 07 September 2026 | 21:28

Wakapolri Minta Kecakapan Personel dalam Penanganan Bencana dan Konflik Sosial

Senin, 07 September 2026 | 21:15

Dua Pimpinan DPRD Kota Bengkulu Kompak Mangkir Panggilan KPK

Senin, 07 September 2026 | 20:50

Prabowo Instruksikan BRI dan BSI Siapkan Rekening untuk Masyarakat

Senin, 07 September 2026 | 20:48

OJK Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Pelanggaran Keterbukaan Informasi

Senin, 07 September 2026 | 20:46

Pemerintah Siapkan OMC Atasi Sebaran Abu Anak Krakatau di Empat Provinsi

Senin, 07 September 2026 | 20:31

Selengkapnya