Berita

Menlu China, Wang Yi dengan timpalannya dari India, Subrahmanyam Jaishankar/Net

Dunia

Menlu India pada China: Tarik Dulu Pasukan Anda di Himalaya, Baru Kita Diplomasi

SABTU, 26 MARET 2022 | 03:04 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

India mengatakan bahwa hubungan bilateralnya dengan China tidak bisa normal hingga pasukan mereka mundur satu sama lain di perbatasan India yang sering disengketakan.

Pernyataan itu datang disaat Menlu China, Wang Yi datang ke New Delhi pada Jumat (25/3), bertemu dengan timpalannya dari India, Subrahmanyam Jaishankar. Agenda Wang adalah membahas ‘new-normal’ hubungan India–China dan mempromosikan stabilitas di kawasan Asia.

Dalam sebuah pernyataan, Wang mengatakan, China dan India harus bekerja sama untuk mempromosikan perdamaian dan stabilitas di seluruh dunia.


"Kedua belah pihak harus menempatkan perbedaan pada masalah perbatasan pada posisi yang tepat dalam hubungan bilateral, dan mematuhi arah pengembangan hubungan bilateral yang benar," ujar Wang.

"China tidak mengejar apa yang disebut "unipolar Asia" dan menghormati peran tradisional India di kawasan itu. Seluruh dunia akan memperhatikan ketika China dan India bekerja bergandengan tangan," tambahnya.

Timpalan Wang, Jaishinkar mengatakan, India siap untuk berkomitmen dalam mempromosikan kestabilan kawasan Asia.

"Saya sangat jujur dalam diskusi saya dengan menteri luar negeri China, terutama dalam menyampaikan sentimen nasional kami," ujar Jaishankar dalam jumpa pers setelah pertemuan tiga jamnya dengan Wang Yi, seperti dikutip oleh Reuters.

Namun Jaishinkar menegaskan, China harus menarik pasukannya di perbatasan India terlebih dahulu, baru India sepakat untuk menjalin hubungan new-normal itu.

"Gesekan dan ketegangan yang muncul dari pengerahan China sejak April 2020 tidak dapat didamaikan dengan hubungan normal antara kedua tetangga," isyarat Jaishinkar.

Kedua negara telah mengerahkan ribuan tentara di perbatasan dataran tinggi India–China, dan sempat terjadi pertarungan tangan kosong yang menewaskan 20 tentara India dan empat tentara China di wilayah Himalaya utara Ladakh pada Juni 2020.

Selain Jaishinkar, Wang juga bertemu penasihat keamanan nasional India, Ajit Doval, yang juga mendesaknya untuk melakukan de-eskalasi di perbatasan.

Tidak segera jelas apakah India menawarkan untuk menarik kembali pasukannya jika China melakukannya.

Sebelum kedatangannya, Wang juga mendapat teguran dari India atas pernyataan dukungan terhadap Pakistan tentang Kashmir, wilayah mayoritas Muslim yang umumnya didukung oleh China dan sekutu dekatnya, Pakistan.

Wang dan Jaishankar juga membahas pendekatan negara mereka untuk mengatasi invasi Rusia ke Ukraina.

"Kami berdua sepakat tentang pentingnya gencatan senjata segera, serta kembalinya diplomasi," kata Jaishankar.

India dan China masing-masing menganggap Rusia sebagai teman dan telah menolak seruan Barat untuk mengutuk invasi Rusia ke Ukraina, yang disebut Rusia sebagai "operasi militer khusus".

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Catat 94 Ribu Pejabat Belum Lapor LHKPN

Minggu, 29 Maret 2026 | 10:20

Implementasi PP Tunas Jangan Sekadar Formalitas

Minggu, 29 Maret 2026 | 10:13

Gelombang Aksi “No Kings” Meledak di Seluruh AS, Tuntut Trump Lengser

Minggu, 29 Maret 2026 | 09:25

87 Persen Penyelenggara Negara Sudah Lapor LHKPN

Minggu, 29 Maret 2026 | 09:22

Kejagung Bongkar Praktik Tambang Ilegal Samin Tan

Minggu, 29 Maret 2026 | 09:01

Pramono Upayakan Tak Ada PHK di Tengah Wacana Pembatasan Belanja Pegawai

Minggu, 29 Maret 2026 | 08:46

Pemerintah Wajibkan Platform Digital Patuhi PP Tunas Tanpa Kompromi

Minggu, 29 Maret 2026 | 08:32

Kemenhaj Optimistis Operasional Haji 2026 Sesuai Rencana

Minggu, 29 Maret 2026 | 08:10

WFH Jumat Bisa Ciptakan Life Balance dan Tetap Produktif

Minggu, 29 Maret 2026 | 07:30

Pemprov DKI Dukung Program Presiden soal Hunian Layak Warga Rel

Minggu, 29 Maret 2026 | 07:15

Selengkapnya