Berita

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto/Net

Politik

Mesin Politik Golkar Tentukan Peluang Airlangga Menang di Pilpres 2024

JUMAT, 25 MARET 2022 | 20:11 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Pengamat politik FISIP UKSW Salatiga Dr. Royke Roberth Siahainenia mengatakan tingginya tingkat elektabilitas Airlangga Hartarto dalam berbagai survei akhir akhir ini ada korelasi dengan posisi sebagai Menko Perekonomian di Pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Dikatakannya, Airlangga Mempunyai tanggung jawab besar dalam memulihkan kesejahteraan masyarakat akibat dampak covid-19. Menurut hasil penelitian, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Jokowi saat khususnya yang berkaitan dengan perekonomian masyarakat menunjukan indikator tingkat kepuasan public yang sangat tinggi hingga  81,2persen untuk masalah perekonomian.

Apalagi Partai Golkar pada Rakernas dan Rapimnas Partai Golkar tahun lalu telah resmi menunjuk Ketua Umum Airlangga Hartanto untuk maju menjadi calon presiden 2024. Tentunya mesin partai Golkar dan sayap-sayap partai sudah mulai bekerja sesuai amanat hasil Rakernas dan Rapimnas Partai Golkar tahun lalu.


Walau dinamika yang terjadi ditubuh internal PDI Perjuangan nama Ganjar Pranowo sudah banyak mendapat dukungan untuk diusung oleh PDI Perjuangan namun dari Analisis berita dan sikap elite partai menunjukan bahwa sementara ini Ganjar belum atau tidak akan dicalonkan oleh PDI Perjuangan. Dan justru PDI Perjuangan kemungkinan akan berkoalisi dengan Partai Gerindra untuk mengusung Prabowo-Puan
 
Hasil sejumlah survei terkini yang dirilis lembaga survei Timur Barat Research Center (TBRC) mengunggulkan Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto pada Pilpres 2024. Partai Golkar yang dipimpin pun unggul di Pemilu serentak yang kurang dua tahun lagi.

"Sebagai orang yang berada di pusaran politik selama pemerintahan Jokowi, Bapak Airlangga tentunya memiliki peluang besar untuk menggantikan posisi Jokowi sebagai Presiden,"ungkap Royke Roberth Siahainenia di Salatiga, Jumat, (25/3).

Ia menegaskan, rekam jejak Airlangga, sangat elegan, walaupun pernah di goyang berbagai isu termasuk di lingkungan internal Golkar.  Namun dia mengingatkan agar komitmen dan soliditas  internal Golkar perlu menjadi perhatian tim Badan Pemenang Pemilu (Bapilu) Golkar di berbagai tingkatan  untuk pemenangan Golkar dan Airlangga.

Di tengah naiknya suara Airlangga, dan Golkar, catatan penting apa sebenarnya dikehendaki masyarakat seorang Presiden yang akan menggantikan Jokowi. Di antaranya adalah rekam jejak seorang calon presiden seperti apa yang dikehendaki, kemudiaan memunculkan indikator-indikator calon presiden seperti apa?

Hal tersebut, kata Royke, sebaiknya dilakukan Bapilu Golkar dari sekarang, untuk  merancang pemenangan Airlangga dan Partai Golkar ke depan.

"Saya lebih menyoroti kepentingan internal Golkar dulu. Kalau kita siap dengan program pemenangan, maka kita akan mulai menjual partai Golkar dan Airlangga,"pungkas Royke.

Kesimpulan survei TBRC menjelaskan, tingginya tingkat keterpilihan Airlangga Hartarto, selain ada korelasi antara posisi sebagai Menko Perekonomian yang mempunyai tanggung jawab besar dalam memulihkan kesejahteraan masyarakat akibat dampak covid-19.

 Menurut hasil penelitian ini tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Jokowi–Ma’ruf saat ini khususnya yang berkaitan dengan perekonomian masyarakat menunjukan indikator tingkat Kepuasan public yang sangat tinggi hingga  81,2persen untuk masalah perekonomian.

Selain itu Partai Golkar pada Rakernas dan Rapimnas Partai Golkar tahun lalu telah resmi  menunjuk Ketua Umum Airlangga Hartanto untuk maju menjadi calon presiden 202 Tentunya mesin Partai Golkar dan sayap sayap partai sudah mulai bekerja sesuai amanat hasil Rakernas dan Rapimnas Partai Golkar tahun lalu.

TBRC juga menyimpulkan, dinamika terjadi ditubuh internal PDI Perjuangan,  nama Ganjar Pranowo banyak mendapat dukungan untuk diusung oleh PDI Perjuanganm Namun dari analisis berita dan sikap elite partai menunjukan sementara ini Ganjar belum atau tidak akan dicalonkan oleh  PDI Perjuangan. Dan justru PDI Perjuangan kemungkinan akan berkoalisi dengan Partai Gerindra untuk mengusung Prabowo-Puan Maharani.

Populer

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

UPDATE

Penyegelan Tiffany & Co jadi Pesan Tegas ke Pelaku Usaha yang Curang

Sabtu, 14 Februari 2026 | 01:57

Istri Mantan Kapolres Bima Kota Turut Diperiksa soal Kepemilikan Narkoba

Sabtu, 14 Februari 2026 | 01:36

Dokter Diaspora Kenang Kisah Bersama PDIP saat Bencana Sumatera

Sabtu, 14 Februari 2026 | 01:19

Kepala BGN Hingga Puluhan Perwira Polri Peroleh Bintang Jasa dari Prabowo

Sabtu, 14 Februari 2026 | 00:57

Sekjen PDIP: Bencana adalah Teguran Akibat Kebijakan yang Salah

Sabtu, 14 Februari 2026 | 00:32

Garda Satu Papua Barat Tempuh Jalur Hukum Atasi Aksi Premanisme

Sabtu, 14 Februari 2026 | 00:10

Kerry Riza Chalid Dituntut Bayar Uang Pengganti Rp13,4 Triliun

Sabtu, 14 Februari 2026 | 00:01

Legislator Demokrat Jakarta Pimpin Kader Ziarahi Makam Misan Syamsuri

Jumat, 13 Februari 2026 | 23:54

Polisi Tangkap Warga Malaysia Pengedar Narkoba Senilai Rp39,8 Miliar

Jumat, 13 Februari 2026 | 23:28

BPKH Dorong Peningkatan Diplomasi Ekonomi ke Arab Saudi

Jumat, 13 Februari 2026 | 23:07

Selengkapnya