Berita

Presiden Belarus, Alexander Lukashenko/Net

Dunia

Presiden Belarus: Pasukan Perdamaian Gagasan Polandia adalah Resep Bencana Perang Dunia III

KAMIS, 24 MARET 2022 | 23:24 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

Konflik antara Rusia dengan Ukraina tampaknya masih jauh dari akhir. Justru makin melebar ketika Belarus menuduh pasukan perdamaian yang diusulkan Polandia kepada NATO pada pertengahan Maret ini adalah resep bencana baru dunia.

Presiden Belarus, Alexander Lukashenko berpendapat, proposal Polandia untuk mengirim kontingen penjaga perdamaian barat ke Ukraina bisa menjadi awal dari Perang Dunia III.

“Anda lihat, orang Polandia ini, gila. Mereka sudah mengusulkan 'mari kita buat pasukan penjaga perdamaian 100 ribu dan bawa melalui Lviv ke Ukraina' Anda mengerti bahwa ini bisa menjadi awal perang dunia ketiga! Dan bagaimana menurut Anda, kita akan tetap lemah dan lembut terhadap gagasan ini?" ujar Lukashenko, dikutip oleh Interfax, Kamis (24/3).


"Menurutmu aku akan maju dengan senapan mesin lagi? (mengingat kejadian Polandia dan Rusia di PD I) Tidak, teman-teman. Jika kamu ingin memiliki sebuah negara, kamu harus berpegang teguh pada itu dengan gigimu dan bertahan. Lebih baik tanpa senapan mesin," tambahnya.

Sebelumnya pada 18 Maret, Wakil Perdana Menteri Polandia, Yaroslav Kaczynski  mengatakan, regu penjaga perdamaian NATO harus diperkenalkan untuk menyelesaikan situasi di Ukraina.

Kaczynski membuat pernyataannya setelah dia dan Perdana Menteri Republik Ceska, Polandia, dan Slovenia tiba di Kyiv untuk menunjukkan dukungan tingkat tinggi kepada Zelenskiy, yang memberi pengarahan kepada mereka tentang perang dengan Rusia.

"Saya pikir perlu untuk memiliki regu misi perdamaian bagi NATO. Mungkin dibentuk oleh beberapa struktur internasional yang lebih luas dan mampu mempertahankan dirinya. Mereka akan beroperasi di wilayah Ukraina," ujar Kaczynski dalam konferensi pers.

"Ini akan menjadi misi yang akan berjuang untuk perdamaian, untuk memberikan bantuan kemanusiaan. Tetapi pada saat yang sama juga akan dilindungi oleh pasukan yang tepat, terutama pasukan angkatan bersenjata," pungkasnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Ranny Arafiq Datangi Polda Bukan sebagai Anggota DPR

Minggu, 29 Maret 2026 | 20:11

Yusril Dapat Teror Usai Badko HMI Sumut Diskusi Kasus Penyiraman Air Keras

Minggu, 29 Maret 2026 | 19:28

Bagi SBY, Juwono Sudarsono Sosok di Balik Modernisasi Pertahanan RI

Minggu, 29 Maret 2026 | 19:13

Duh, 94.542 Penyelenggara Negara Belum Lapor LHKPN

Minggu, 29 Maret 2026 | 18:37

Bapera Klarifikasi Dugaan Pengeroyokan di Area Polda Metro Jaya

Minggu, 29 Maret 2026 | 18:06

Juwono Sudarsono Dimakamkan Secara Militer di TMP Kalibata

Minggu, 29 Maret 2026 | 17:46

Anomali Lelang KPK: HP Oppo Rp59 Juta Tak Dilunasi Pemenang

Minggu, 29 Maret 2026 | 17:26

Prabowo Bakal Bahas Isu Strategis dalam Lawatan ke Jepang

Minggu, 29 Maret 2026 | 17:22

Stabilitas Pasokan dan Harga BBM Selama Mudik Dipuji Warganet

Minggu, 29 Maret 2026 | 17:03

Gus Salam Serukan Hentikan Perang Iran-AS Demi Kemanusiaan

Minggu, 29 Maret 2026 | 16:39

Selengkapnya