Berita

Menteri Energi AS, Jennifer M. Granholm/Net

Dunia

Menteri Energi AS Yakini Produksi Minyak Masih Aman pada Akhir Tahun

KAMIS, 24 MARET 2022 | 06:02 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

Menteri Energi Amerika Serikat, Jennifer Granholm, meyakinkan warga AS terkait pasokan minyak bumi dengan mengatakan produsen minyak akan meningkatkan pasokannya untuk AS pada akhir tahun. Hal ini dilakukan untuk mengurangi dampak perang Ukraina dan Rusia di sektor energi.

“Kami yakin akan ada peningkatan pasokan yang signifikan pada akhir tahun ini, dan kami berharap mereka memenuhi itu" ujar Jennifer kepada wartawan, dikutip oleh Reuters, Rabu (23/3).

Dia menambahkan, kini tujuannya fokus pada peningkatan pasokan migas dari perusahaan lokal maupun nonlokal. Tetapi Ia juga mengatakan bahwa produksi minyak yang dapat mencapai target mereka akan memakan waktu hingga akhir tahun.


"Anda tidak bisa begitu saja menambahkan minyak seperti membalik saklar dan menyalakannya dalam semalam," ujarnya terkait kemampuan tentang rig pengeboran minyak AS.

Ia menjelaskan, meskipun jumlah rig minyak AS telah naik dan mencapai rekor selama 18 bulan berturut-turut, peningkatannya masih terbilang kecil. Pun produksi minyak masih jauh dari tingkat rekor prapandemi, karena banyak perusahaan lebih fokus pada pengembalian uang kepada investor daripada meningkatkan output.

Kemudian ada juga kendala seperti yang dialami perusahaan minyak AS Chesapeake Energy dan Occidental Petroleum yang kekurangan peralatan, pasokan, dan tenaga kerja.

Produksi minyak mentah AS turun untuk tahun kedua berturut-turut menjadi 11,2 juta barel per hari pada 2021, dari rekor 12,3 juta barel per hari pada 2019.

Kondisi ini diperkirakan akan kembali pulih menjadi 12 juta barel per hari pada 2022 dan 13 juta barel per hari pada 2023.

Dalam konferensi energi CERAWeek dua pekan lalu, Jennifer mengatakan, setiap perusahaan minyak dan gas yang dapat meningkatkan pasokan diwajibkan melakukannya dengan cepat setelah Presiden Joe Biden melarang impor minyak Rusia.

Rusia adalah salah satu produsen minyak bumi utama dunia, menyumbang sekitar 8 persen dari impor minyak AS. Tahun lalu, AS mengimpor sekitar 672.000 barel per hari minyak mentah dan bahan bakar sulingan Rusia.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

RH Singgung Perang Bubat di Balik Sowan Eggi–Damai ke Jokowi

Jumat, 09 Januari 2026 | 20:51

UPDATE

SETARA Institute: Libatkan TNI Berantas Terorisme, Supremasi Sipil Terancam

Senin, 19 Januari 2026 | 16:15

KPK Amankan Uang Ratusan Juta saat OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 16:11

Kemenkum Harus Aktif Awasi Transisi KUHP

Senin, 19 Januari 2026 | 16:07

KPK Benarkan Tangkap Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 16:01

Noel Cs Didakwa Terima Rp6,52 Miliar Hasil Pemerasan Sertifikasi K3

Senin, 19 Januari 2026 | 15:54

Ada Peluang Revisi UU Pemilu Pakai Metode Omnibus

Senin, 19 Januari 2026 | 15:46

Jangan Batasi Ruang Belajar dan Kerja Diaspora

Senin, 19 Januari 2026 | 15:40

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Penundaan Revisi UU Pilkada Bisa Picu Persoalan Baru

Senin, 19 Januari 2026 | 15:19

Pembahasan Revisi UU Pemilu Dibagi Dua Tahapan

Senin, 19 Januari 2026 | 15:19

Selengkapnya