Berita

Menteri Luar Negeri China, Wang Yi

Dunia

Menlu China akan Kunjung India Jumat ini, Besar Kemungkinan Bahas Ukraina

RABU, 23 MARET 2022 | 20:41 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

Menteri Luar Negeri China Wang Yi direncanakan akan mengunjungi India untuk melakukan pembicaraan pada Jumat ini (25/3). Meskipun tidak ada pihak yang secara resmi mengumumkan apa yang akan dibahas pada pertemuan itu, kondisi Ukraina diperkirakan akan menjadi topik utama.

Wang Yi yang menghadiri konferensi Organisasi Kerjasama Islam di Pakistan pada pekan ini, mengatakan dirinya juga akan mengunjungi India pada Jumat sebagai bagian dari tur Asia Selatan.

Sumber pemerintah India yang meminta namanya tidak disebutkan mengatakan, Wang diperkirakan akan bertemu Menteri Luar Negeri India, Subrahmanyam Jaishankar dan Penasihat Keamanan Nasional, Ajit Doval.


Sementara ini, belum ada kabar pasti terkait agenda itu. Namun, pembicaraan tentang konflik Ukraina diperkirakan akan terjadi.

"China telah menunjukkan kesediaan dan mengambil tindakan untuk meningkatkan hubungan bilateral," tulisnya pejabat anonim India itu seperti dikutip NDTV.

"Dan, itu membutuhkan kedua belah pihak untuk saling bertemu di tengah jalan dan menangani perbedaan dengan benar," tambahnya.

Mengenai klarifikasi agenda Wang di India, Kementerian Luar Negeri India menolak untuk berkomentar.

Selain itu, Seorang jurubicara Kementerian Luar Negeri China mengatakan pada jumpa pers harian pada Rabu, bahwa dia juga tidak memiliki informasi untuk ditawarkan.

Nyatanya, baik China maupun India tidak mengutuk invasi Rusia ke Ukraina.

Rusia, yang menyebut tindakannya sebagai "operasi militer khusus", menganggap China dan India sebagai kekuatan bersahabat, yang telah menjalin hubungan diplomatik dan ekonomi sejak era Perang Dingin.

China dan India terlibat perang perbatasan yang singkat namun berdarah pada tahun 1962.

Hubungan kembali memanas pada Juni 2020, ketika 20 tentara India dan empat tentara China tewas dalam bentrokan di dataran tinggi di bagian Himalaya barat yang disengketakan.

India telah membatasi banyak perusahaan China untuk beroperasi di negara itu sejak saat itu.

Selain ketegangan di Himalaya, ketidakpercayaan India terhadap China berasal dari dukungan Beijing terhadap musuh lamanya, yakni Pakistan.

Selain itu juga ada persaingan China dan India untuk mendapatkan pengaruh di Nepal, dan kekhawatiran atas pengaruh ekonomi China di Bangladesh, Myanmar, dan Sri Lanka.

Dalam beberapa pekan terakhir, India telah menerima banyak kunjungan dan panggilan telepon dari pejabat senior dari Australia, Inggris, Jepang dan Amerika Serikat.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya