Berita

Ilustrasi rudal hipersonik/Net

Dunia

Tak Ingin Ketinggalan dari Rusia dan China, AS Kejar Target Riset dan Produksi Rudal Hipersonik

SENIN, 21 MARET 2022 | 23:50 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

Amerika Serikat sedang berlomba dengan Rusia dan China untuk mengembangkan rudal hipersonik.  Jenis rudal yang bisa bergerak dengan kecepatan mirip dengan rudal balistik tetapi sulit untuk dicegah karena kemampuan manuvernya yang jauh lebih canggih.

Sebelumnya, pada Sabtu (18/3), militer Rusia mengatakan telah mengerahkan rudal hipersonik dan mengklaim telah menggunakan rudal itu untuk pertama kalinya dalam pertempuran melawan sasaran di Ukraina.

Melihat kabar itu, kini militer AS mempercepat agenda risetnya. Target akhir dari riset AS itu, akan menghasilkan senjata mirip dengan rudal balistik, namun diluncurkan dengan kendaraan hipersonik yang akan mencapai kecepatan Mach 7 hingga 8, sebelum mengenai sasaran.


Menurut laporan Angkatan Laut AS seperti dikutip South Morning China Post, anak perusahaan General Dynamics, Bath Iron Works telah memulai pekerjaan rekayasa dan desain pada perubahan yang diperlukan untuk memasang sistem senjata pada tiga kapal perusak kelas Zumwalt.

Pekerjaan itu akan dimulai di galangan kapal yang belum diberi nama sekitar tahun keuangan yang dimulai pada Oktober 2023.

Senjata hipersonik didefinisikan sebagai segala sesuatu yang bergerak melebihi Mach 5 (sekitar 6.100 km per jam), atau lima kali lebih cepat dari kecepatan suara.

Dikatakan oleh Marinir AS, fitur unik dari rudal ini adalah kemampuan bermanuver yang dapat menipu sistem antirudal. Ini membuat rudal hipersonik lebih efektif mengenai targetnya tanpa dicegat, bahkan oleh sistem antirudal Aegis mereka.

Dibandingkan dengan rudal balistik antarbenua (ICBM) yang jauh lebih cepat dari rudal hipersonik, namun ICBM bergerak di jalur yang dapat diprediksi. Sehingga dapat dicegat sebelum sampai sasaran.

Menurut Jim Cooper, seorang Demokrat Tennessee yang menjadi ketua subkomite program rudal hipersonik pada 1980-an, AS kini berusaha keras untuk mengejar negara lainnya karena gagal berinvestasi dalam teknologi rudal hipersonik.

“Jika kita ingin mengejar mereka, kita perlu mendukung upaya ini dengan lebih banyak uang, waktu, dan bakat daripada kita sekarang,” ujar Jim seperti dikutip oleh South Morning China Post, Senin (21/3).

Invasi Rusia ke Ukraina menjadi latar belakang Pentagon merilis proposal anggarannya di akhir bulan ini, tujuannya adalah riset rudal hipersonik dan sistem senjata lainnya.

Pentagon mengatakan, tiga kapal perusak kelas Zumwalt akan dilengkapi dengan senjata baru ini, dan kemungkinan efektif pada 2025. Pemasangan sistem hipersonik pada ketiga kapal tersebut kemungkinan akan menelan biaya lebih dari 1 miliar dolar AS .

“Teknisnya ini tidak terlalu sulit. Hanya perlu waktu dan uang untuk mewujudkannya, ” ujar seorang pejabat pertahanan AS, Bryan Clark.

Clark mengatakan, Angkatan Laut bermaksud untuk menerjunkan senjata ke kapal perusak pada tahun keuangan 2025 dan untuk kapal selam serang bertenaga nuklir kelas Virginia pada tahun keuangan 2028.

Kapal-kapal perusak itu akan bertugas di Samudra Pasifik, di mana mereka akan menjadi penghalang bagi China, jika negara itu mempertimbangkan untuk menyerang Taiwan.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Ranny Arafiq Datangi Polda Bukan sebagai Anggota DPR

Minggu, 29 Maret 2026 | 20:11

Yusril Dapat Teror Usai Badko HMI Sumut Diskusi Kasus Penyiraman Air Keras

Minggu, 29 Maret 2026 | 19:28

Bagi SBY, Juwono Sudarsono Sosok di Balik Modernisasi Pertahanan RI

Minggu, 29 Maret 2026 | 19:13

Duh, 94.542 Penyelenggara Negara Belum Lapor LHKPN

Minggu, 29 Maret 2026 | 18:37

Bapera Klarifikasi Dugaan Pengeroyokan di Area Polda Metro Jaya

Minggu, 29 Maret 2026 | 18:06

Juwono Sudarsono Dimakamkan Secara Militer di TMP Kalibata

Minggu, 29 Maret 2026 | 17:46

Anomali Lelang KPK: HP Oppo Rp59 Juta Tak Dilunasi Pemenang

Minggu, 29 Maret 2026 | 17:26

Prabowo Bakal Bahas Isu Strategis dalam Lawatan ke Jepang

Minggu, 29 Maret 2026 | 17:22

Stabilitas Pasokan dan Harga BBM Selama Mudik Dipuji Warganet

Minggu, 29 Maret 2026 | 17:03

Gus Salam Serukan Hentikan Perang Iran-AS Demi Kemanusiaan

Minggu, 29 Maret 2026 | 16:39

Selengkapnya