Berita

Kepala Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam/Net

Dunia

Mulai 1 April, Hong Kong Cabut Larangan Penerbangan Asing

SENIN, 21 MARET 2022 | 16:17 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

Hong Kong berencana melonggarkan beberapa tindakan anti Covid-19 di bulan April ini. Hong Kong akan mencabut larangan penerbangan dari sembilan negara, mengurangi karantina untuk kedatangan dari luar negeri dan membuka kembali sekolah di negara itu.

Langkah tersebut, diumumkan pada Senin (21/3) oleh Kepala Eksekutif Carrie Lam, merespons reaksi keras dari kaum bisnis dan penduduk Hong Kong yang melihat seluruh dunia beralih ke pandangan "hidup bersama Covid-19".

Penduduk di wilayah yang dikuasai China ini menjadi semakin frustasi dengan tindakan tegas, yang telah diberlakukan selama lebih dari dua tahun.


Larangan penerbangan dari Australia, Inggris, Kanada, Prancis, India, Nepal, Pakistan, Filipina, dan Amerika Serikat akan dicabut mulai 1 April.

"Larangan penerbangan sudah tidak lagi zamannya, dan itu akan membawa bencana bagi orang-orang Hong Kong yang terjebak di sembilan negara ini jika kita melanjutkan larangan itu," ujar Lam dalam jumpa pers, seperti dikutip oleh Reuters.

Lam mengatakan, karantina hotel untuk kedatangan dapat dipotong menjadi tujuh hari dari 14 hari jika penduduk dinyatakan negatif. Dia mengatakan langkah-langkah itu akan dilakukan hingga 20 April.

Kemudian, sekolah akan memulai kembali kelas tatap muka mulai 19 April, sementara tempat-tempat umum termasuk fasilitas olahraga juga akan dibuka kembali mulai 21 April.

Perbatasan Hong Kong telah ditutup secara efektif sejak 2020, hanya sedikit penerbangan yang dapat mendarat dan hampir tidak ada penumpang yang diizinkan untuk transit.

Bisnis dan ekonomi kota terhuyung-huyung oleh aturan tersebut, sementara para dokter mengatakan banyak dari 7,4 juta penduduk Hong Kong kini mengalami masalah kesehatan mental, terutama di kalangan keluarga berpenghasilan rendah.

Perputaran kebijakan Lam ini terjadi hanya beberapa minggu sebelum kota itu akan mengadakan pemilihan kepala negara pada 8 Mei untuk memilih siapa yang akan memimpin wilayah itu untuk lima tahun ke depan.

Lam menolak berkomentar apakah dia akan mencalonkan diri untuk masa jabatan baru.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya