Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Krisis Kertas dan Anggaran, Seluruh Murid Sri Lanka Gagal Ikuti Ulangan Semester

SENIN, 21 MARET 2022 | 00:58 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

Sri Lanka telah membatalkan ujian sekolah untuk jutaan siswa setelah kehabisan kertas cetak. Negara tersebut memang tengah menghadapi krisis keuangan terburuk sejak kemerdekaannya pada 1948.

Krisis ini datang hanya 3 hari setelah protes massal berujung anarki yang terjadi di kantor pemerintahan di Kolombo. Dalam protes tersebut, masyarakat maupun partai oposisi mendesak Presiden Sri Lanka, Gotabaya Rajapaksa, turun dari jabatannya,

Otoritas pendidikan mengatakan pada Sabtu (19/3), ujian semester yang dijadwalkan seminggu dari Senin, ditunda tanpa batas waktu karena negara kehabisan kertas, yang disebabkan Sri Lanka kekurangan dana untuk melakukan impor.


“Kepala sekolah tidak dapat mengadakan ujian karena pencetak tidak dapat mengamankan devisa untuk mengimpor kertas dan tinta yang diperlukan,” ujar Departemen Pendidikan Provinsi Barat Sri Lanka kepada The Guardian, Minggu (20/3).

Sumber-sumber resmi mengatakan, masalah itu dapat membatalkan ujian untuk sekitar dua pertiga dari 4,5 juta siswa di negara itu.

Tes semester adalah bagian dari proses penilaian berkelanjutan untuk memutuskan apakah siswa dapat melanjutkan studinya ke kelas berikutnya pada akhir tahun.

Krisis ekonomi yang melemahkan yang disebabkan oleh kekurangan cadangan devisa untuk membiayai impor penting, telah membuat negara ini kehabisan makanan, bahan bakar dan obat-obatan.

Negara Asia Selatan yang kekurangan dan berpenduduk 22 juta itu mengumumkan pada Minggu ini, bahwa mereka akan mencari dana talangan Dana Moneter Internasional (IMF) untuk menyelesaikan krisis utang luar negeri yang memburuk dan menopang cadangan eksternal.

IMF pada Jumat kemarin (18/3) mengatakan, pihaknya sedang mempertimbangkan permintaan Rajapaksa untuk membahas kondisi bailout-nya.

Menurut data yang diambil dari Reuters dan The Guardian, Sri Lanka perlu melunasi utangnya yang bernilai sekitar 6,9 miliar dolar AS pada tahun ini, tetapi cadangan mata uang asingnya hanya mencapai sekitar 2,3 miliar dolar AS pada akhir Februari.

Kini kondisi di negara itu miris sekali, antrean panjang telah terbentuk di seluruh negeri untuk bahan makanan dan minyak, dengan pemerintah melembagakan pemadaman listrik bergilir dan penjatahan susu bubuk, gula, lentil, dan beras.

Sri Lanka awal tahun ini meminta China, salah satu kreditur utamanya, untuk membantu menunda pembayaran utang tetapi belum ada tanggapan resmi dari mereka.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya