Berita

Pendiri Lokataru Foundation Haris Azhar/Repro

Politik

Haris Azhar: Sebuah Kehormatan Kalau Negara Hanya Memenjarakan Saya

SABTU, 19 MARET 2022 | 19:59 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Status tersangka terkait kasus dugaan pencemaran nama baik Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan, tidak membuat pusing Haris Azhar.

Bahkan, pendiri Lokataru Foundation ini mengaku siap apabila Polda Metro Jaya harus memenjarakannya.

"Saya anggap bahwa negara hari ini hanya bisa memberikan status tahanan (tersangka), atau suatu hari akan memenjarakan saya, saya anggap itu sebagai sebuah kehormatan buat saya," ujar Haris dalam jumpa pers virtual yang disiarkan kanal Youtube KontraS, Sabtu (19/3).


Selain itu, Haris menilai penegakan hukum yang dihadapinya saat ini jauh dari azas hukum dan berkeadilan.

Sebab dalam prosesnya, materi pokok dari permasalahan yang dibahas Haris dan Koordinator KontraS, Fatia Maulidiyanti tentang keterlibatan Luhut dalam proyek tambang di Intan Jaya, Papua, tidak dibahas oleh kepolisian.

Di samping itu, temuan KontraS dan delapan lembaga lainnya yang justru dijadikan materi pelaporan oleh Luhut terbukti di lapangan. Karena, Haris mendapat informasi bahwa situasi buruk di Papua sekarang ini masih terus berlanjut.

"Dulu saya dan Fatia di pemeriksaan awal sudah mengatakan, daripada negara sibuk mempidanakan kami lebih baik urus Papua. Dan hari ini terbukti, karena mereka gesit mempidanakan kami akibatnya situasi buruk di Papua, di Intan Jaya, terus terjadi," katanya.

"Jadi proses ini menunjukkan ada kemiskinan integritas dari cara negara menangani situasi. Menolak fakta, mengabaikan lapangan, dan ingin memenjarakan messanger-nya, dalam hal ini saya dan Fatia," demikian Haris.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya