Berita

Ilustrasi

Dunia

AS dan Inggris Peringatkan Komunikasi Satelit di Eropa Kini Rawan Diretas

SABTU, 19 MARET 2022 | 14:41 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

Inggris dan Amerika Serikat telah memperingatkan organisasi dunia tentang risiko yang terkait dengan penggunaan komunikasi satelit menyusul insiden cyber attack pada modem internet satelit di saat Rusia menginvasi Ukraina.

Badan-badan intelijen Barat telah menyelidiki serangan yang mengganggu akses internet satelit broadband yang disediakan oleh perusahaan telekomunikasi AS Viasat, pada pekan lalu.

"Ini sesuatu yang kami selidiki dengan cukup aktif, lebih dari biasanya," kata seorang pejabat Inggris kepada Reuters, Jumat (18/3).


"Kami telah berbicara secara ekstensif dengan organisasi-organisasi Inggris untuk memberi mereka gambaran tentang bagaimana tentang hal itu," tambahnya.

Pengumuman ini didasari oleh sekelompok peretas atau hacker menonaktifkan puluhan ribu modem yang berkomunikasi dengan satelit KA-SAT Viasat Inc. Satelit itu memasok internet ke beberapa pelanggan di Eropa, termasuk di Ukraina.

“Jika pada akhirnya dikaitkan dengan Rusia, itu akan sesuai dengan prediksi kami apa yang mereka lakukan. Yaitu menggunakan kemampuan siber mereka untuk mendukung kampanye militer mereka,” pungkas pejabat Inggris itu.

Pada Kamis malam, Badan Keamanan Cybersecurity dan Infrastruktur AS (CISA) dan Biro Investigasi Federal (FBI) mengeluarkan pernyataan bersama yang memperingatkan kemungkinan ancaman terhadap AS dan jaringan komunikasi satelit internasional (SATCOM) setelah serangan itu terjadi.

Dikatakan, penyedia jaringan SATCOM dan pelanggannya kini harus meningkatkan keamanan mereka dan melaporkan setiap aktivitas berbahaya mengingat situasi geopolitik saat ini.

Organisasi keamanan siber pemerintah Prancis, ANSSI dan intelijen Ukraina sekarang juga sedang menilai apakah sabotase jarak jauh adalah pekerjaan peretas yang didukung negara Rusia atau bukan.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya