Berita

Ilustrasi kapal pesiar/Net

Dunia

Warga AS yang Laporkan Properti Ilegal Oligarki Rusia Bisa Dapat Reward Rp 70 M

SABTU, 19 MARET 2022 | 00:56 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

Pemerintah Amerika Serikat meluncurkan program penghargaannya yang siap membayar hingga 5 juta dolar AS (sekitar Rp 70 miliar) bagi warga AS yang dapat menemukan kapal pesiar ilegal dan properti lainnya milik oligarki Rusia yang terkait dengan Kremlin.

Ini merupakan bagian dari serangan ekonomi pemerintahan Biden terhadap Presiden Rusia, Vladimir Putin, setelah invasi ke Ukraina.

Program penghargaan yang telah disetujui oleh Kongres tahun lalu itu secara resmi diluncurkan pada Rabu malam waktu setempat (16/3), dan akan menawarkan kompensasi finansial bagi mereka yang membantu Departemen Keuangan AS untuk menemukan aset-aset terkait dengan korupsi yang melibatkan Kremlin.


Tentu saja, ada syarat dan ketentuan dalam program itu. Tip sembarang tak akan menghasilkan jutaan dolar dari pemerintah AS.

Syaratnya adalah, aset harus berada di AS, dipegang oleh orang AS, atau dimiliki oleh lembaga AS, dan informasi yang diberikan ke Program Hadiah Pemulihan Aset Kleptocracy harus sampai ke proses penahanan dan penyitaan aset tersebut.

Di bawah program ini, aset haram dapat mencakup aset fisik seperti jet atau kapal pesiar, serta aset keuangan.

Keputusan akhir tentang pembayaran akan diputuskan berdasarkan kasus per kasus dan disetujui oleh Menteri Keuangan AS, Janet Yellen.

Seorang pengacara independen dan ahli antipencucian uang, Ross Delston, mengatakan kepada VICE, program tersebut bisa menjadi masalah bagi warga AS.

Ia mengatakan, jika insentif untuk program tip tidak jelas dan menarik, mereka yang memiliki informasi mungkin tidak berani untuk menantang taipan-taipan Rusia itu.

“Untuk memotivasi orang agar terlibat dalam tindakan yang dapat membuat diri mereka dikenai pertanggungjawaban perdata, atau bahkan pertanggungjawaban pidana, perlu ada insentif nyata. Insentif itu harus diberikan secara segera mungkin dan prosesnya transparan," ujar Ross.

“Itu tidak bisa diberikan setelah bertahun-tahun nganggur di ruang berkas,” tambahnya.

Selain AS, negara-negara Eropa sudah mulai menindak aset serupa milik taipan-taipan Rusia itu.

Kapal pesiar milik CEO Rosneft, Igor Sechin; mantan perwira KGB dan kepala Rostec, Sergei Chemezov, mantan agen KGB, Vladimir Strzhalkovksy; industrialis Alisher Usmanov, dan mogul pupuk Andrey Melnichenko telah melihat yacht mereka disita atau terdampar di Prancis, Spanyol, Norwegia, Jerman, dan Italia, menurut analisis Verge.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Ranny Arafiq Datangi Polda Bukan sebagai Anggota DPR

Minggu, 29 Maret 2026 | 20:11

Yusril Dapat Teror Usai Badko HMI Sumut Diskusi Kasus Penyiraman Air Keras

Minggu, 29 Maret 2026 | 19:28

Bagi SBY, Juwono Sudarsono Sosok di Balik Modernisasi Pertahanan RI

Minggu, 29 Maret 2026 | 19:13

Duh, 94.542 Penyelenggara Negara Belum Lapor LHKPN

Minggu, 29 Maret 2026 | 18:37

Bapera Klarifikasi Dugaan Pengeroyokan di Area Polda Metro Jaya

Minggu, 29 Maret 2026 | 18:06

Juwono Sudarsono Dimakamkan Secara Militer di TMP Kalibata

Minggu, 29 Maret 2026 | 17:46

Anomali Lelang KPK: HP Oppo Rp59 Juta Tak Dilunasi Pemenang

Minggu, 29 Maret 2026 | 17:26

Prabowo Bakal Bahas Isu Strategis dalam Lawatan ke Jepang

Minggu, 29 Maret 2026 | 17:22

Stabilitas Pasokan dan Harga BBM Selama Mudik Dipuji Warganet

Minggu, 29 Maret 2026 | 17:03

Gus Salam Serukan Hentikan Perang Iran-AS Demi Kemanusiaan

Minggu, 29 Maret 2026 | 16:39

Selengkapnya