Berita

Kapal induk China, Shandong/Net

Dunia

Sebelum Xi Jinping dan Biden Telponan tentang Ukraina, China Kerahkan Kapal Induk Shandong ke Selat Taiwan

JUMAT, 18 MARET 2022 | 21:29 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

China mengerahkan armada kapal induknya, Shandong melalui Selat Taiwan yang kini dijaga oleh kapal perusak Amerika Serikat. Pengerahan armada tersebut terjadi 12 jam sebelum presiden China Xi Jinping dan Amerika Serikat Joe Biden dijadwalkan untuk berbicara pada 13.00 GMT atau jam 8 malam WIB, Jumat (18/3).

Sumber yang mengetahui pelayaran tersebut berbicara langsung kepada Reuters dengan syarat anonim. Dia mengatakan, Shandong berlayar dekat dengan Pulau Kinmen yang dikuasai Taiwan, yang terletak tepat di seberang Kota Xiamen di China.

"Sekitar pukul 10.30 pagi (waktu setempat), CV-17 (nomor seri Shandong) muncul sekitar 30 mil laut di barat daya Kinmen, dan difoto oleh seorang penumpang dalam penerbangan sipil," ujar sumber anonim itu.


Ia mengatakan, kapal perusak AS, USS Ralph Johnson kini mengikuti kapal induk itu berlayar ke utara melalui selat Taiwan. Menurut laporan USS Ralph Johnson, pada kapal induk Shandong tidak ditemukan satupun pesawat jet di dek atasnya. Taiwan juga mengirim kapal perang untuk mengawasi situasi.

Namun hingga kini, tidak ada kabar resmi terkait pergerakan Shandong, baik dari pemerintahan China, AS maupun Taiwan.

Pelayaran itu dikatakan terjadi sekitar 12 jam sebelum Presiden AS Joe Biden dijadwalkan berbicara dengan mitranya dari China, Xi Jinping.

Kedua pemimpin pada utamanya akan membahas situasi Rusia dan Ukraina. Sebelum perbincangan itu dilakukan, AS telah memperingatkan China untuk menerima konsekuensi besar jika mereka mendukung invasi Rusia di Ukraina.

Mereka juga akan menukar catatan tentang pembicaraan nuklir Iran, peluncuran rudal Korea Utara, situasi di Taiwan, dan perdagangan antar kedua negara.

Shandong adalah kapal induk terbaru China, yang ditugaskan pada 2019.

Satu-satunya kapal induk China lainnya, Liaoning, sebagian besar digunakan untuk pelatihan militer.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Intelijen AS: Iran Bakal Perpanjang Perang untuk Goyang Trump di Pemilu Sela

Minggu, 06 September 2026 | 16:27

Pengunjung Lampung Financial Festival 2026 Antusias Jajal Layanan Digital BNI

Minggu, 06 September 2026 | 16:06

Erupsi Anak Krakatau, 12 Penerbangan Malaysia Airlines ke Jakarta Dibatalkan

Minggu, 06 September 2026 | 15:51

Debu Vulkanik Tebal Selimuti Bandar Lampung

Minggu, 06 September 2026 | 15:36

Trump Ancam Serang Gunung Pickaxe Iran dalam Waktu Dekat

Minggu, 06 September 2026 | 15:25

Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran Berpeluang Ditolak MK

Minggu, 06 September 2026 | 14:49

Denmark Tegaskan Dukungan Terhadap Otonomi Sahara Maroko

Minggu, 06 September 2026 | 14:18

BNPB Gencarkan OMC Redam Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau di Jakarta

Minggu, 06 September 2026 | 14:12

Pemantauan Kualitas Udara Diperketat Antisipasi Dampak Sebaran Abu Vulkanik

Minggu, 06 September 2026 | 14:06

Produk Impor Masuk RI Wajib Halal

Minggu, 06 September 2026 | 14:01

Selengkapnya