Berita

Penjabat Menteri Luar Negeri Taliban, Amir Khan Muttaqi dalam kunjungannya ke kedutaan Afghanistan di Turki/Net

Dunia

Muttaqi: Taliban Kini Berhubungan Erat dengan Kedutaan Afghanistan di Luar Negeri

KAMIS, 17 MARET 2022 | 21:54 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

Taliban kini mencapai kemajuan dalam proses diplomasi dengan terjalinnya hubungan erat dengan kedutaan Afghanistan di luar negeri. Hal ini, selaras dengan keinginan mereka untuk diakui sebagai pemerintahan resmi.

Penjabat Menteri Luar Negeri Taliban, Amir Khan Muttaqi mengatakan hal tersebut dalam kunjungannya ke kedutaan Afghanistan di Turki pada Kamis (17/3).

Dia mengatakan Taliban telah menggaji beberapa diplomat dan staf Afghanistan yang bekerja di sana. Namun, tidak dijelaskan kantor kedubes mana yang mereka gaji.


“Banyak kedutaan telah melakukan kontak dengan kami. Kami telah membayar gaji beberapa dari mereka. Kami telah memercayai beberapa mantan diplomat dan mengirim beberapa orang baru ke kedutaan,” ujar Muttaqi kepada AFP.

“Proses ini terus berlanjut dan insyaAllah akan memecahkan banyak masalah,” tambahnya.

Turki adalah negara kedua setelah Pakistan di mana Muttaqi berkunjung ke kantor kedutaannya. Muttaqi mengatakan hubungan diplomatik dengan beberapa negara dunia telah menjadi fokus mereka saat ini.

Ia melanjutkan, bahwa Taliban memperoleh kemajuan untuk mendapatkan pengakuan internasional.

“Dalam upaya untuk mendapatkan pengakuan yang menghasilkan peningkatan pertukaran diplomasi, perdagangan, dan keterlibatan antar negara, kami telah membuat kemajuan yang baik di bidang itu," tuturnya.

"Pemahaman dan pembicaraan yang kami lakukan dengan semua orang (termasuk diplomat Afghanistan sebelum Taliban). Kami memiliki pencapaian yang baik dan itu adalah kemajuan, kami semakin dekat dengan tujuan itu,” katanya lagi.

Dia mengatakan, upaya diplomatiknya fokus dalam menjamin penghapusan beberapa sanksi terhadap Afghanistan yang diberlakukan oleh Amerika Serikat dan sekutunya setelah mereka mengambil alih negara itu.

Sementara itu, kabinet Taliban telah membentuk komisi untuk memfasilitasi kembalinya para pemimpin politik ke negara itu. Komisi tersebut diketuai oleh Shohabuddin Delawar, penjabat Menteri Gas dan Perminyakan.

“Pesan kami kepada mereka adalah bahwa mereka dapat kembali membuka kedutaan mereka di Kabul dan memiliki hubungan normal dengan kami. Beberapa dari mereka sudah dibuka dan yang lain akan terbuka,” ujar Muttaqi.

Kemudian Muttaqi meminta para penentang Taliban untuk menyelesaikan perselisihan antar sesama.

“Mereka yang berselisih dan membuat propaganda, saya katakan kepada mereka bahwa itu sudah cukup. Afghanistan tidak memiliki kemampuan lagi untuk ditentang oleh pandangan yang berbeda,” jelasnya.

Namun, menurut mantan diplomat Afghanistan, Aziz Maarij, Taliban tidak akan diakui oleh masyarakat internasional sebagai pemerintahan yang sah.

“Sampai mereka memenuhi kesepakatan Doha, selama mereka tidak membuat pemerintahan internal standar, saya tidak berpikir masyarakat internasional akan mengakui mereka. Ini buang-buang waktu,” ujar Aziz Maarij.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

Pernyataan Eggi Sebut Akhlak Jokowi Baik jadi Bulan-bulanan Warganet

Selasa, 20 Januari 2026 | 01:40

Senyum Walikota Madiun

Selasa, 20 Januari 2026 | 01:19

Rapim Kemhan-TNI 2026 Tekankan Sishankamrata sebagai Kekuatan

Selasa, 20 Januari 2026 | 00:55

Legislator PKS Dorong Penyaluran KUR Pekerja Migran Tepat Waktu

Selasa, 20 Januari 2026 | 00:35

Digiring ke Gedung KPK, Walikota Madiun Malah Minta Didoakan

Selasa, 20 Januari 2026 | 00:20

Bencana Menerjang, BUMN Datang

Senin, 19 Januari 2026 | 23:55

Polisi Bongkar Clandestine Lab Tembakau Sintetis Senilai Rp2 Miliar

Senin, 19 Januari 2026 | 23:37

Mantan Jubir KPK Ali Fikri Raih Gelar Doktor Hukum Unair

Senin, 19 Januari 2026 | 23:11

Napi Bebas Pakai Gawai di Lapas Bukan Kelalaian Biasa

Senin, 19 Januari 2026 | 23:02

Walikota Madiun Maidi Dkk Tiba di Gedung KPK, Sebagian Lewat Belakang

Senin, 19 Januari 2026 | 22:46

Selengkapnya