Berita

Ferdinand "Bong-Bong" Marcos Jr/Net

Dunia

Unggul 60 Persen dalam Survei, 'Bong-Bong' Marcos Jr Serukan Persatuan Rakyat

KAMIS, 17 MARET 2022 | 17:25 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

Hampir 50 tahun setelah ayah yang juga mendiang presiden mengumumkan darurat militer di Filipina, Ferdinand "Bong-Bong" Marcos Jr. memimpin perlombaan dalam pemilu presiden yang akan digelar Mei 2022.

Pulse Asia, lembaga survei yang melakukan polling sejak kampanye presiden dimulai pada Februari, menunjukkan bahwa Marcos Jr. telah mempertahankan keunggulan yang cukup besar atas sembilan lawannya.

Pemimpin oposisi dan wakil presiden saat ini Leni Robredo adalah pesaing terdekat dengan nilai 16 persen dibandingkan dengan 60 persen punya Bong-Bong.


"Bong-Bong Marcos berada dalam posisi tidak hanya untuk menang, tetapi untuk menang lebih besar dari pendahulu lainnya dalam jejak pemilu kali ini," ujar analis politik Filipina, Richard Heydarian kepada DW, Kamis (17/3).

"Ada kemungkinan sangat tinggi bahwa dia akan mengambil lebih dari 50% suara. Kita tidak lagi berbicara tentang presiden pluralitas tetapi presiden mayoritas," sambungnya.

Kemenangan Marcos Jr. akan memicu kebangkitan politik bagi keluarganya, yang identik dengan akumulasi kekayaan haram dan pelanggaran HAM. Almarhum ayahnya, Ferdinand Marcos Sr., digulingkan dalam pemberontakan 1986 setelah memegang kekuasaan dengan tangan besi selama dua dekade.

"Saya sulit untuk melihat bagaimana pemilihan presiden ini bisa lebih kompetitif," ujar Heydarian.

Calon wakil presiden Marcos Jr. adalah Sara Duterte, putri presiden petahana Rodrigo Duterte. Namun, hingga kini Duterte belum mendukung pencalonan Marcos Jr. dan putrinya.

Menurut Heydarian, para pemilih Filipina tidak lagi terikat pada janji-janji politik demokratis yang dibawa oleh revolusi 1986.

"Kami sedang melihat sebuah kontra-revolusi. Orang-orang berkata, 'mari kita kembali ke aslinya jika menyangkut orang kuat'," jelas Heydarian.

Namun Ada juga kekhawatiran bahwa kemenangan Marcos akan menandakan berakhirnya demokrasi liberal Filipina.

"Ini adalah pertempuran hati dan jiwa negara," ujar Nicole Curato, seorang sosiolog dan analis politik.

"Saya tidak bermaksud menyarankan bahwa Marcos Jr. akan memberlakukan darurat militer seperti yang dilakukan ayahnya, tetapi dia akan memiliki kekuasaan eksekutif untuk melemahkan institusi yang dibentuk sebagai tanggapan atas penyalahgunaan kekuasaan ayahnya," tambahnya.

Curato telah mewawancarai para pendukung Marcos Jr. dan percaya banyak pemilih telah menanggapi seruan populisnya untuk persatuan nasional, yang telah bergema di antara orang-orang Filipina akibat derita dampak pandemi Covid-19.

"Pesan Bong-Bong itu sederhana, perpecahan adalah apa yang menghalangi kita untuk mencapai impian kita. Pesannya tidak membahas akar masalah yang menyebabkan sakit hati dan kemarahan. Ini, dalam banyak hal, merupakan bentuk positif yang beracun," pungkas Curato.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

Sambut Imlek

Selasa, 20 Januari 2026 | 12:12

Warning Dua OTT

Selasa, 20 Januari 2026 | 12:01

AS Kirim Pesawat Militer ke Greenland, Denmark Tambah Pasukan

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:41

Purbaya: Tukar Jabatan Kemenkeu-BI Wajar dan Seimbang

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:34

Sumbar Perlu Perencanaan Matang Tanggap Bencana

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:32

Stasiun MRT Harmoni Bakal Jadi Pusat Mobilitas dan Aktivitas Ekonomi

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:29

Juda Agung Resign, Keponakan Prabowo Diusung Jadi Deputi Gubernur BI

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:20

Kepala Daerah Harus Fokus Bekerja Bukan Cari Celah Korupsi

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:16

Presiden Bulgaria Mundur di Tengah Krisis Politik

Selasa, 20 Januari 2026 | 10:53

Bupati Pati Sudewo Cs Digiring ke Gedung Merah Putih KPK

Selasa, 20 Januari 2026 | 10:41

Selengkapnya