Berita

Pengacara imigrasi Li Jinjin./Net

Dunia

Li Jinjin, Mantan Aktivis Tiananmen yang Tinggal di New York Tewas Ditikam

SELASA, 15 MARET 2022 | 14:16 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

RMOL. Li Jinjin, seorang pengacara imigrasi yang pernah dipenjara karena ikut gerakan prodemokrasi di Lapangan Tiananmen, China ditemukan tewas pada Senin (14/3).

Dikutip dari New York Daily News, Li Jinjin tewas ditikam di kantor firma hukumnya di New York, tempat ia bekerja sebagai  pengacara imigrasi, sejak menetap dan mendapat suaka dari AS.

Polisi New York telah melakukan penangkapan tersangka atas pembunuhannya. Xiaoning Zhang, 25, yang kini ditahan dan menghadapi tuduhan pembunuhan. Tidak jelas kapan dia akan didakwa.


Teman Li Jinjin mengatakan, pembunuhan itu kemungkinan didasari oleh penolakan Li untuk menerima Zhang sebagai klien imigrasi.

“Aku tidak percaya. Dia (Xiaoning) tidak hanya menghancurkan hidupnya, tetapi juga harapan komunitas kami," ujar Wei Zhu, teman  Li jinjing yang juga berprofesi sebagai pengacara.

Menurut testimoni  Chuang Chuang Chen,teman Li Jinjin lainnya,  tersangka pembunuh itu pergi ke AS pada Agustus lalu dengan visa pelajar F-1 untuk belajar di Los Angeles.

Dalam beberapa tahun terakhir, Li Jinjing kerap menjadi rujukan organisasi berita yang mencari wawasan atau komentar tentang komunitas pembangkang China atau tentang hubungan antara China dan Barat.

Sebagai pengacara imigrasi, Li Jinjin juga mewakili beberapa ekspatriat China di AS yang dianggap buron oleh negara asalnya. Peristiwa Tiananmen tahun 1989, yang menyebabkan Li harus meringkuk dua tahun di penjara Cina.

Sebelum peristiwa Tiananmen, Lie telah menjadi penasihat hukum untuk serikat pekerja independen yang telah menentang pemerintah China tentang hak-hak pekerja.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya