Berita

Prasasti Siloam yang disimpan di Museum Arkeologi Istanbul./Net

Dunia

Turki Bantah Klaim Media Israel Tentang Pengembalian Prasasti Siloam

SENIN, 14 MARET 2022 | 23:10 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

Sejumlah pejabat Turki membantah laporan Times of Israel tentang rencana pengembalian Prasasti Siloam, artefak kuno berusia 2.700 tahun yang ditemukan di Yerussalem Timur kepada Israel.

Sumber diplomatik Turki yang berbicara kepada Daily Sabah, Minggu (13/3) waktu setempat, mengatakan klaim media tersebut sepenuhnya salah.

Sumber diplomatik lainnya mengatakan kepada Anadolu Agency, bahwa Yerusalem timur, tempat prasasti itu ditemukan pada tahun 1880, adalah bagian dari wilayah Kerajaan Ottoman Turki saat itu. Saat ini, tempat itu adalah bagian dari wilayah Palestina.


“Turki tidak mungkin akan mengembalikan prasasti ke negara ketiga (Israel),” sebut pejabat itu.

Sebelumnya situs berita Times of Israel mengatakan, Turki itu akan mengembalikan prasasti Siloam yang dibawa dari Yerusalem Timur selama pemerintahan Ottoman. Pengembalian artefak yang berusia 2.700 tahun itu disebut sebagai isyarat baik perbincangan kerjasama energi antara kedua negara selama kunjungan Presiden Israel, Isaac Herzog ke Ankara.

Prasasti Siloam saat ini disimpan di Museum Arkeologi Istanbul. Hingga kini prasasti tersebut terdaftar sebagai milik Kekaisaran Ottoman dan di bawah status hukum milik pemerintah Turki.

Artefak ini dipandang sebagai salah satu prasasti Ibrani tertua dan terpenting yang pernah ada.

Di masa lalu, Israel telah berulang kali berupaya meminta artefak itu diserahkan kepada mereka, tetapi selalu ditolak. Termasuk pada tahun 2017, ketika Menteri Kebudayaan Israel Miri Regev menawarkan “dua ekor gajah” untuk kebun binatang Turki sebagai imbalan atas prasasti tersebut.

Prasasti Siloam berisi tulisan kuno yang merekam sejarah pembangunan terowongan antara Kolam Siloam dan Kota Daud pada masa pemerintahan Raja Hizkia, penguasa Yerusalem menurut Taurat atau Alkitab Ibrani.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya