Berita

Pemilik Chelsea Football Club, Roman Abramovich./Net

Dunia

Australia Umumkan Sanksi Baru, Sasar 33 Orang Kaya Rusia Termasuk Pemilik Chelsea

SENIN, 14 MARET 2022 | 15:01 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

Pemerintah Australia menjatuhkan serangkaian sanksi baru terhadap kelompok orang kaya Rusia yang dianggap dekat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Seperti dikutip New York Times, Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne mengatakan sanksi yang diumumkan Senin (14/3) tersebut secara khusus ditargetkan pada 33 orang kaya Rusia.

Termasuk nama salah satu orang terkaya dunia, Roman Abramovich yang dikenla sebagai pemilik Millhouse Capital dan Chelsea Football Club yang berbasis di London. Nama lain seperti Kepala Eksekutif Gazprom, Alexey Miller, dan Ketua Bank Rossiya, Dmitri Lebedev.


Seperti diberitakan New York Times, langkah Australia menjatuhkan sanksi kepada Roman Abramovich, yang merupakan salah satu orang terkaya di dunia, membawa Australia sejajar dengan Inggris dan AS dalam permainan sanksi barat.

Nama-nama lain yang termasuk dalam daftar tersebut adalah Kepala Rostec dan anggota Dewan Tertinggi Rusia Bersatu, Sergey Chemezov, pendiri dan pemegang saham terbesar Alfa Group, Mikhail Fridman, Presiden Transneft, Nikolai Tokarev, Kepala Bandara Internasional Sheremetyevo, Alexander Ponomarenko, Ketua VEB, Igor Shuvalov, dan Kepala Eksekutif Dana Investasi Langsung Rusia, Kirill Dmitriev.

Sanksi yang dikenakan Australia ini mencakup sekelompok elit pengusaha yang oligarki yang dekat dengan Putin termasuk anggota keluarga mereka.  Pemerintahan PM Morrison berpendapat, mereka telah memfasilitasi, atau mendapat manfaat langsung dari serangan militer Rusia ke Ukraina sejak 2014.

Australia menyatakan, lebih dari 400 sanksi telah dijatuhkan terhadap entitas Rusia sejak invasi dimulai. Langkah terbaru ini muncul setelah serangan Rusia di pangkalan militer dekat perbatasan Polandia di barat jauh Ukraina.

Serangan ke tempat pelatihan militer itu telah menewaskan sedikitnya 35 orang dan melukai lebih dari 130 orang. Eskalasi itu memicu peringatan dari NATO.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

BNI Bawa Tiga UKM Indonesia Tembus Pasar Korea Selatan

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:23

Api Ludeskan Rumah Tinggal di Cakung Timur

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:14

BNI Geber Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:01

Baznas dan Sound Rhythm Ajak Nonton Bola Sambil Sedekah

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:47

Rano Karno Targetkan 500 Penyanyi Tampil di Bundaran HI

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:16

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:00

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Capai 1,13 Juta Penonton

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:52

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:45

KPK Rampungkan Analisis Laporan Penolakan Gratifikasi Raja Juli

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:34

Wamen Investasi: Kepastian Hukum Jadi Faktor Penting Tarik Investor Asing

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:22

Selengkapnya