Berita

Menteri Ekonomi Jerman, Robert Habeck./Net.

Dunia

Menteri Jerman: Kami Ucapkan Selamat Tinggal pada Impor Rusia Sampai Batas Tertentu

MINGGU, 13 MARET 2022 | 02:54 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

Jerman ingin segera lepas dari ketergantungan atas pasokan energi dari Rusia dan berharap bisa independen dari batu bara dan minyak Rusia dalam waktu kurang dari setahun.

"Setiap hari, bahkan setiap jam, kami mengucapkan selamat tinggal pada impor Rusia sampai batas tertentu," kata Menteri Ekonomi Jerman, Robert Habeck.

Habeck berencana membuat Jerman tak lagi tergantung pada batu bara dan minyak Rusia dalam waktu kurang dari setahun.


"Jika berhasil, kami akan independen dari batubara Rusia di musim gugur dan hampir independen dari minyak dari Rusia pada akhir tahun," ujarnya, seperti dilansir Reuters, Sabtu (12/3).

Habeck menambahkan, permasalahan migas akan lebih rumit karena Jerman belum memiliki kapasitas untuk mengimpor LNG. Ia menegaskan kembali, embargo pasokan dapat menyebabkan kemacetan musim dingin mendatang, kemerosotan ekonomi dan inflasi yang tinggi.

Sementara itu, Sekretaris Negara Kanselir Federal Jerman, Joerg Kukies pada Sabtu (12/3),  mengatakan, pihaknya tengah mencari kesepakatan kerjasama dengan Qatar demi mengurangi ketergantungan pada minyak dan gas Rusia. Ia akan bertemu dengan perwakilan Qatar dalam pekan ini.

"Kami membahas kerja sama bilateral khususnya dalam energi dan investasi perusahaan," kicau Joerg Kukies lewat akun twiiter, Sabtu (12/3).

Joerg mengatakan, pada Rabu kemarin, telah melakukan pembicaraan dengan Wakil Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani terkait rencana kerjasama tersebut. Sheikh Mohammed mengepalai Otoritas Investasi Qatar.

Kukies juga mengungkap rencana  Jerman untuk menutup pembangkit listrik tenaga nuklir terakhirnya pada tahun ini. Dan berencana untuk membangun terminal gas alam cair (LNG) pertamanya dalam waktu dua tahun.

Tak hanya Jerman, Komisi Uni Eropa juga tengah menyusun langkah untuk menghapus ketergantungan migas dan batubara dari Rusia. Ketua Komisi Uni Eropa, Ursula von der Leyen mengatakan, dibutuhkan waktu lima tahun  untuk itu.

Qatar yang kaya migas, adalah salah satu negara yang di lobi Amerika Serikat untuk mengalihkan pasokan gas ke Eropa. Qatar mengatakan, bisa mengalihkan  10 hingga 15 persen dari volume pengiriman LNG-nya untuk Eropa.

Qatar berencana untuk meningkatkan kapasitas produksi LNG yang saat ini mencapai 77 juta ton menjadi 126 juta ton per tahun pada 2027 mendatang.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

Ketum PDIP Tinjau Kantor Baru Megawati Institute

Selasa, 20 Januari 2026 | 22:14

Polisi Bongkar Jaringan Senpi Ilegal Dipakai Begal, Dijual di Facebook Hingga Tokopedia

Selasa, 20 Januari 2026 | 22:09

Bupati Sudewo dan Tiga Kades Kajen Resmi Ditahan, Digiring ke Rutan Pakai Rompi Oranye

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:53

Wapres Gibran Blusukan ke Pasar Borong Daun Bawang

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:48

Istana Rayakan Prestasi Timnas Maroko sebagai Runner-Up Piala Afrika 2025

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:32

Polisi Sudah Periksa 10 Saksi dan Ahli Terkait Pelaporan Pandji Pragiwaksono

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:29

Komisi II Hanya Fokus Revisi UU Pemilu, Bukan Pilkada

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:22

Thomas Djiwandono Mundur dari Gerindra Usai Dicalonkan Jadi Deputi Gubernur BI

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:10

Bupati Pati Sudewo dan Tiga Kades Patok Harga hingga Rp225 Juta per Jabatan Perangkat Desa

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:00

Daftar 28 Perusahaan Sumatera yang Izinnya Dicabut Prabowo

Selasa, 20 Januari 2026 | 20:56

Selengkapnya