Berita

Pemakaman jenazah korban Covid-19 di sebuah area di New Delhi yang telah diubah menjadi krematorium./Repro

Dunia

Studi Lancet: Kematian Covid-19 di India Lebih Besar 8 Kali Lipat dari Angka Resmi

SABTU, 12 MARET 2022 | 13:21 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

Jurnal ilmiah The Lancet melaporkan jumlah penduduk yang meninggal dunia akibat infeksi Covid-19 di India jauh lebih besar dari angka resmi yang diumumkan pemerintah.

Hasil penelitian The Lancet yang dikutip India Times pada Sabtu (12/3), menyebutkan, hingga akhir tahun 2021, India memiliki jumlah kematian berlebih kumulatif tertinggi di dunia dengan total 4,07 juta kematian.

Adapun tingkat kematian Covid-19 yang dilaporkan, sebesar 18,3 kematian per 100 ribu populasi. Namun, penelitian Lancet menunjukkan, negara itu memiliki perkiraan 152,5 kematian berlebih per 100 ribu populasi.


Makalah penelitian yang ditulis ahli demografi Prancis, Christophe Guilmoto pada bulan lalu mengatakan, jumlah kematian Covid-19 di India hingga awal November 2021 mencapai 3,2 juta kasus. Jauh lebih tinggi dibandingkan dengan angka resmi pemerintah, yakni 460 ribu kasus.

Dilihat dari data tersebut, angka resmi pemerintah dan angka asli kematian di India menunjukan perbedaan 7 hingga 8 kali lipat lebih besar.

"Perkiraan kami tentang kelebihan kematian Covid-19 menunjukkan bahwa dampak kematian dari pandemi Covid-19 lebih dahsyat daripada situasi yang didokumentasikan oleh statistik resmi," ujar studi itu seperti diberitakan Kantor Berita RMOLNetwork.

Studi itu mengatakan, jumlah kematian kumulatif akibat Covid-19 di India adalah yang tertinggi di dunia. Angkanya diperkirakan 4,07 juta kasus, disusul Amerika Serikat dengan 1,13 juta kasus kematian dan Rusia sebanyak 1,07 juta kematian.

Kementerian Kesehatan India menolak hasil penelitian itu dan menyebut studi The Lancet itu ‘salah dan sepenuhnya tidak akurat’. Kementerian itu menyatakan, India memiliki sistem pelaporan kematian yang kuat, terutama yang disebabkan oleh Covid-19.

Data kematian dikumpulkan secara teratur di berbagai tingkat pemerintahan. Mulai dari tingkat gram panchayat hingga tingkat kabupaten dan tingkat negara bagian.

"Pelaporan kematian secara teratur dilakukan secara transparan. Semua kematian dikompilasi oleh Pusat setelah dilaporkan secara independen oleh masing-masing negara bagian,” ujar Kementerian itu kepada India Times. [R]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya