Berita

Duta Besar Rusia untuk Singapura Nikolay Kudashev./Net

Dunia

Dubes Kudashev: Hubungan Politik Rusia dan Singapura dalam Pemantauan Khusus

SABTU, 12 MARET 2022 | 12:40 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

Duta Besar Rusia untuk Singapura Nikolay Kudashev mengatakan negara-negara Asia seharusnya fokus pada isu-isu penting seperti pemulihan Covid-19 daripada bergabung dengan Barat untuk memberikan sanksi kepada Rusia.

“Sanksi Singapura terhadap Rusia adalah sebuah kesalahan besar,” kata Dubes  Nikolay Kudashev dalam interview eksklusif dengan South China Morning Post, Jumat (11/3).

“Kami percaya keputusan ini adalah sebuah kesalahan, menjadi bertentangan dengan pengembangan hubungan bilateral dan bertentangan dengan penguatan kerja sama regional,” tambah Kudashev.


Kudashev mengatakan, seharusnya negara-negara Asia lebih memilih untuk berkonsentrasi pada isu-isu yang paling penting bagi kawasan daripada isu-isu atau topik yang relatif jauh dari agenda Asia.

Kudashev memuji sikap tidak memihak India dan China terhadap konflik Rusia dan Ukriana dengan mengatakan bahwa negara-negara terpadat di dunia tidak mendukung aksi sanksi itu. Tanggapan dan pemahaman China dan India, dapat diprediksi dan sejalan dengan semangat kemitraan strategis bilateral Rusia.

“Ada pepatah yang sangat bagus: teman yang membutuhkan memang teman. Dan saya percaya ini benar-benar terjadi hari ini sejauh menyangkut Rusia dan China,” jelas Kudashev.

Kudashev menambahkan, pemberlakuan sanksi oleh Singapura bisa diartikan bahwa hubungan politik kedua negara akan ditempatkan di bawah ‘pemantauan khusus’.

“Ini akan diawasi sangat ketat oleh kami (hubungan bilateral antara kedua negara itu),” ujarnya diberitakan Kantor Berita RMOLNetwork.

Singapura adalah satu-satunya negara Asia Tenggara yang menjatuhkan sanksi terhadap Rusia atas aksinya melakukan operasi militer khusus di Ukraina.

Sejak 23 Februari lalu, Singapura memberlakukan kontrol ketat atas ekspor Rusia, terutama atas barang-barang yang dapat digunakan untuk merugikan Ukraina. Singapura juga mengarahkan lembaga keuangan untuk tidak berurusan dengan daftar entitas Rusia.

Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong dan para pejabat lainnya mengatakan sangat penting bagi negara kecil seperti Singapura untuk membela prinsip-prinsip yang menopang kedaulatan dan kemerdekaan politiknya sendiri.

Menurut data Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura, perdagangan barang dengan Rusia pada tahun 2021 bernilai 3,76 miliar dollar AS. Tahun lalu, Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) yang dipimpin Rusia membuat kemajuan yang mantap menuju perjanjian perdagangan bebas dengan Singapura.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya