Berita

Mantan Sekretaris Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Muhammad Said Didu/Net

Politik

Sindir Cak Imin, Said Didu: Dulu Katanya Big Data, Sekarang dari Pengusaha

SELASA, 08 MARET 2022 | 11:32 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dinilai tidak konsisten dalam menentukan dasar gagasan penundaan pemilu.

Pasalnya, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mengurai bahwa ada tiga alasan yang mendasari partainya ikut mengamini gagasan yang kali pertama muncul dari kelompok pengusaha tersebut.

Tiga kondisi yang disebutkan Cak Imin tersebut adalah stigma pengusaha terhadap investasi pasca pemilu, ancaman konflik pasca pemilu, serta prospek pasca pemilu.


Bagi mantan Sekretaris Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Muhammad Said Didu alasan itu tidak konsisten. Sebab, Cak Imin pernah juga menyampaikan bahwa landasan atau dasar ide penundaan pemilu yang dianut PKB diperoleh dari dua sumber, yakni survei dan big data di media sosial.

Disebutkan Cak Imin, hasil survei salah satu lembaga riset mencatat sebanyak 60 persen publik menolak perpanjangan masa jabatan presiden. Tapi di sisi yang lain, berdasarkan big data di media sosial justru menunjukkan bahwa 60 persen publik mendukung, dan 40 persen menolak perpanjangan masa jabatan presiden.

Atas dasar itu maka Cak Imin menegaskan kepada jajarannya bahwa PKB bukanlah pengekor dalam hal gagasan penundaan pemilu, oleh karenanya sebagai parpol harus lebih dulu menyampaikan ketimbang parpol lain.

"Hahaha berubah lagi. Sebelumnya katanya dari analisis Big Data, setelah dibongkar bahwa itu tidak benar, sekarang katanya dari pengusaha," ujar Said Didu melalui akun Twitternya pada Selasa (8/3).

Belum lama ini, isu penundaan pemilu semakin heboh diperbincangkan publik lantaran diduga melibatkan orang-orang di lingkaran istana kepresidenan. Hal itu diungkap Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan.

Zulkifli Hasan mengaku dirinya diundang Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, untuk membicarakan soal isu penundaan pemilu, karena diklaim sudah mendapat restu Presiden Joko Widodo.

Akan tetapi teranyar, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum,dan Keamanan, Mahfud MD, menegaskan bahwa Presiden Jokowi dalam beberapa kali rapat kabinet bersama para pembantunya tidak pernah membahas soal isu penundaan pemilu ataupun perpanjangan masa jabatan presiden.

Justru kata Mahfud, selama dua kali rapat kabinet terbatas, yaitu tanggal 14 dan 27 September tahun 2021, Jokowi hanya membahas soal suksesi pelaksanaan Pemilu Serentak 2024, mulai dari segi tahapan, jadwal, dan program, hingga instrumen pelaksanaan dan termasuk upaya pengamanan dan ketertiban.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

RUU Perampasan Aset Diusulkan Ganti Nama, Berikut Nomenklaturnya

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:07

Purbaya Sudah Cairkan Rp20,5 Triliun ke 490 Pemda buat Gaji PPPK

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:52

Koperasi Jadi Kunci Hilirisasi Sawit dan Penguatan Daya Tawar Petani

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:50

Songs for Sumatera-Human Initiative Pulihkan Fasilitas MIN 4 Aceh Tamiang

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:38

Subsidi Pertalite Bocor, Kelompok Kaya Masih Nikmati Kucuran Negara

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:32

Pengacara Gus Yaqut Bongkar Duduk Persoalan Pembagian Kuota Haji Tambahan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:16

Usai Bertemu Purbaya, Bahlil Bakal Perketat Orang Kaya yang Pakai Pertalite

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:58

12 Saksi Diperiksa, Sekretaris Kepala BGN Ikut Terseret Kasus MBG

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:46

Rudy Tanoe Irit Bicara soal Korupsi Penyaluran Bansos Usai Diperiksa KPK 4,5 Jam

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:42

Selengkapnya