Berita

Logo Visa dan Mastercard sebagai metode pembayaran di sebuah toko di Rusia/Reuters

Dunia

Geram dengan Invasi di Ukraina, Visa dan Mastercard Siap Tangguhkan Operasi di Rusia

MINGGU, 06 MARET 2022 | 21:17 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Invasi Rusia ke Ukraina berimbas pada sejumlah aspek kehidupan, termasuk finansial dan pembayaran.

Pada akhir pekan ini, perusahaan pembayaran kartu Visa dan Mastercard mengumumkan bahwa mereka akan menangguhkan operasi di Rusia dan bergabung dengan daftar perusahaan internasional yang menolak berbisnis dengan Moskow karena invasinya ke Ukraina.

Langkah tersebut dilakukan menyusul permintaan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy sebelumnya pada hari Sabtu (5/3) untuk memberikan pukulan lain ke sektor keuangan Rusia.


Pihak Mastercard mengumumkan dalam sebuah pernyataan bahwa kartu yang dikeluarkan oleh bank Rusia tidak akan lagi didukung oleh jaringannya dan kartu apa pun yang diterbitkan di luar negeri tidak akan berfungsi di toko atau ATM di Rusia.

“Kami tidak menganggap enteng keputusan ini,” kata Mastercard dalam sebuah pernyataan.

Langkah itu diambil setelah berdiskusi dengan pelanggan, mitra dan pemerintah.

Senada dengan Mastercard, Visa juga mengambil langkah yang sama. Pihak Visa dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa kartu yang dikeluarkan di Rusia tidak akan lagi berfungsi di luar negeri. Selain itu pihaknya menambahkan bahwa pihaknya bekerja dengan klien dan mitra di Rusia untuk menghentikan semua transaksi Visa dalam beberapa hari mendatang.

“Kami dipaksa untuk bertindak menyusul invasi Rusia ke Ukraina, dan peristiwa yang tidak dapat diterima yang telah kami saksikan,” kata Ketua dan Chief Executive Officer Visa Al Kelly dalam sebuah pernyataan, sebagaimana dimuat Al Jazeera.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Aplikasi Digital Berbasis White Label Dukung Operasional KDKMP

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:59

Wamenaker Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Multistrada

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:43

DPD Dorong Kemenko Polkam Lahirkan Peta Jalan Keamanan Papua

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:28

Mengoptimalkan Potensi Blue Ocean Economy

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:53

Wagub Lampung Minta Gapembi Kawal Pemenuhan Standar MBG

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:35

Analis Geopolitik: Tiongkok Berpotensi sebagai Global Stabilizer

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:23

Prabowo dan Tumpukan Uang

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:58

ANTAM Tetap Fokus Jaga Fundamental Bisnis di Tengah Dinamika Global

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:46

Sukseskan Program Nuklir, PKS Dorong Pembentukan Kembali BATAN

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:23

Paradigma Baru Biaya Logistik

Kamis, 14 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya