Berita

Lithium/Net

Dunia

Saat Fokus Dunia Tertuju Pada Ukraina, China Dekati Taliban Demi Lithium di Afghanistan

JUMAT, 04 MARET 2022 | 00:59 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Saat fokus dunia tertuju pada krisis yang terjadi di Ukraina, China justru seakan "mencuri kesempatan" dengan mencoba untuk mendapatkan kendali atas mineral besar di Afghanistan.

Inspektur Jenderal Khusus untuk Rekonstruksi Afghanistan (SIGAR) dalam laporan terbarunya, seperti dikabarkan India Narrative pada Kamis (3/3), menjelaskan bahwa Beijing telah mengawasi sumber daya mineral negara yang luas sejak Taliban mengambil alih tahun lalu.

Kini perusahaan-perusahaan China sedang mendiskusikan hak penambangan dan akses penelitian dengan rezim Taliban di Kabul.


“Perusahaan pertambangan China telah mencari peluang untuk mengakses deposit lithium dan tembaga Afghanistan," begitu kutipan dari laporan SIGAR.

"Perwakilan industri pertambangan China bertemu dengan pejabat Taliban untuk membahas hak penambangan dan akses penelitian ke mineral tersebut,” sambungnya.

Menurut laporan itu, deposit lithium Afghanistan bisa menjadi salah satu yang terbesar di dunia, menyaingi Bolivia.

Meski begitu, bukan berarti tidak ada kendala yang dihadapi. Pasalnya, meskipun Afghanistan memiliki sumber daya mineral yang luas, sebagian besar proyek dalam kegiatan ekstraktif memerlukan waktu tunggu 5 hingga 10 tahun, dan akan membutuhkan peningkatan yang signifikan dalam keamanan dan lingkungan peraturan yang lebih ramah investor.

Selain itu, ketidakpastian mengenai keamanan, infrastruktur yang buruk, dan kebijakan pertambangan pun bisa menjadi penghambat bagi industri pertambangan.

Afghanistan sendiri memiliki deposit lithium yang diperkirakan bernilai sekitar 1 triliun dolar AS yang dapat menyaingi Bolivia.

Namun, ketika China sedang mencoba untuk mendapatkan "bola" tersebut di Afghanistan, pejabat Taliban Afghanistan di Kementerian Pertambangan dan Perminyakan mengatakan tidak ada rencana untuk mengekstrak lithium.

Meski begitu, Taliban mengakui bahwa China akan memulai ekstraksi dari tambang tembaga pada musim semi tahun mendatang.

“Menanggapi setiap negara yang menghubungi kami sejauh ini, kami mengatakan kebijakan kami adalah bahwa kami mencoba untuk melindungi tambang, termasuk tambang lithium untuk saat ini, tetapi mengenai tambang tembaga, Imarah Islam (pemerintahan Taliban) berkomitmen,” kata juru bicara kata Kementerian Pertambangan dan Perminyakan Afghanistan, Burhan Afghan.

Saat ini, sekitar 50 persen dari semua cadangan lithium di dunia diketahui berada di segitiga "Lithium ABC". ABC adalah akronim dari nama tiga negara, yakni Argentina, Bolivia dan Chili.

Sementara itu Afghanistan diperkirakan duduk di deposito besar lithium yang belum dimanfaatkan yang bisa menyaingi deposit Amerika Selatan.

Di sisi lain, China merupakan negara yang mendominasi produksi baterai lithium-ion dunia. China menyumbang lebih dari 60 persen produksi baterai lithium-ion global. Sebagai importir global terbesar lithium mentah, China terus berupaya menambah rantai pasokannya.

Dari kendaraan listrik atau EV hingga ponsel dan komputer, China perlu memastikan rantai pasokannya dan salah satu caranya adalah dengan agresif mengakuisisi kepemilikan tambang di luar negeri, terutama di Afghanistan.

Meskipun China belum secara resmi mengakui rezim Taliban di Afghanistan, namun negeri tirai bambu itu telah melakukan pembicaraan dengan para pemimpin Taliban sejak sebelum pengambilalihan.

Ketertarikan China tentu saja terletak pada deposit mineral yang sangat besar yang diyakini ada di negara pegunungan itu.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

IKA BEM Nusantara Ajak Elemen Bangsa Dukung Program Ketahanan Pangan

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:56

Bergerak Bersama Menuju Sila Kelima Pancasila

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:30

TNI Tembus Medan Terjal Salurkan 2 Ton Logistik di Kabupaten Puncak

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:09

Buka Turnamen Tenis Beregu

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:42

531 Atlet Taekwondo Terbaik Asia Siap Bertarung Demi Kehormatan Negara

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:24

Prabowo Harus Rombak Kabinet Buntut Tingkat Kepuasan Publik Melorot

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:04

Zanzabella Singgung "Si Ono" dan Rekaman CCTV: Pertengkaran Pasti Ada Sebabnya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:35

Pelaporan ESG Tahun 2026 Indonesia

Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:05

Ustaz Novel: LGBT Bahaya Laten dengan Daya Rusak Luar Biasa

Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:39

Tragedi KM Mutiara Sentosa 2: Keluarga Cemas Banyak Penumpang Tak Masuk Manifes

Minggu, 02 Agustus 2026 | 21:53

Selengkapnya