Berita

Puluhan pekerja seks komersial diciduk Satpol PP Semarang/RMOLJateng

Nusantara

Razia Jelang Ramadhan, Puluhan Kupu-Kupu Malam Nangis Histeris Diciduk Satpol PP

KAMIS, 03 MARET 2022 | 12:45 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Jelang bulan Ramadhan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang mulai merazia para pekerja seks komersial (PSK) yang makin menjamur.

Dalam razia ini, puluhan PSK yang tengah mangkal di beberapa ruas jalan di ibukota Provinsi Jawa Tengah ini, tepatnya di kawasan Jalan Layur, Jalan Imam Bonjol, Jalan Tanjung dan Jalan Kalibanteng.

Satpol PP Kota Semarang berhasil mengamankan 21 PSK di kawasan tersebut. Saat ditangkap petugas, PSK yang terjaring razia sempat menangis histeris hingga berontak melawan petugas.


Bahkan ada salah seorang PSK yang kedapatan tengah melayani tamu di salah satu kamar hotel melati di kawasan Jalan Layur.

"Awal April 2022 kan sudah Ramadhan. Saya minta semua tertib, jangan ada PSK, apalagi saat ini makin menjamur," kata Kasatpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto, Rabu malam (2/3).

Setelah diamankan petugas, PSK tersebut akan dibawa ke panti rehabilitasi sosial di Solo untuk dilakukan pembinaan.

"Setelah ini langsung kita kirim ke Panti Wanito Utomo Kota Solo agar menjalani pembinaan selama tiga bulan dan agar kapok," bebernya seperti diberitakan Kantor Berita RMOLJateng.

Fajar mengaku akan terus melakukan razia untuk menjaga kesucian bulan Ramadhan. Menurutnya, dalam razia ke tempat mesum, pihaknya tidak akan pandang bulu.

"Kami akan razia terus. Kami bakal hadir ke hotel dan kos," terangnya.

Salah seorang PSK yang tertangkap, Sarida mengaku terpaksa melakoni pekerjaan ini karena alasan ekonomi. Bahkan sekali mangkal, dirinya bisa sampai melayani delapan tamu.

"Ya terpaksa jadi PSK. Anak saya ada dua, sedangkan saya Janda. Saya mangkal dari Jam 20.00 sampai 01.00 WIB. Bisa melayani delapan tamu," bebernya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya