Berita

Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Provinsi Lampung Bustami Zainudin/Net

Politik

Bustami Zainudin: Jika Terus Bergulir, Usulan Penundaan Pemilu Berbahaya Bagi Iklim Demokrasi

KAMIS, 03 MARET 2022 | 07:25 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Usulan untuk penundaan Pemilu Serentak 2024 mendapat penolakan keras dari kelompok DPD RI.

Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Provinsi Lampung Bustami Zainudin menilai penundaan pemilu justru akan mengancam stabilitas politik nasional, yang sudah berjalan dengan baik dan kondusif.

Dia juga mengurai bahwa UU 10/2016 tentang Pilkada dan UU 7/2017 tentang Pemilu juga sudah secara jelas mengamatkan bahwa pada tahun 2024 akan dilaksanakan Pemilu Serentak dalam satu tahun, yaitu Pemilu Presiden, Pemilu Legislatif, dan Pemilihan Kepala Daerah.


“Agenda pemilu 5 tahunan ini tidak memberikan ruang sedikitpun bagi upaya untuk melakukan penundaan, pembatalan dan lain-lain,” tegasnya kepada wartawan, Rabu (2/3).

Adanya usulan untuk penundaan pemilu oleh beberapa elit politik, jelas tidak memiliki pijakan dan alasan hukum yang memadai. Kecuali, karena alasan kepentingan pribadi, kelompok atau mungkin agenda partai politik tertentu.

“Sebagai anggota DPD RI, wakil dari daerah Lampung, tentu saya punya sikap tegas menolak usulan dimaksud. Jika usulan ini terus bergulir akan sangat berbahaya bagi iklim demokrasi di Indonesia,” tegasnya.

Pandemi Covid-19, lanjut Bustami, tidak bisa jadi alasan untuk penundaan pemilu karena faktanya Indonesia adalah salah satu negara yang berhasil mengatasi pandemi. Sejarah juga mencatat Pilkada Serentak tahun 2020 dan Pilkades Serentak di seluruh kabupaten/kota berjalan lancar.

Sementara jika pertumbuhan ekonomi yang jadi alasan, maka kondisi hari ini pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah relatif membaik.

“Bhkan jika Pemilu Serentak dengan seluruh tahapannya dapat berjalan lancar dan sukses, justru akan menjadi stimulan pertumbuhan ekonomi yang sangat positif,” tutupnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya