Berita

Politisi PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko/Net

Politik

Budiman Sudjatmiko: Penundaan Pemilu Melanggar Konstitusi dan Etika Demokrasi

RABU, 02 MARET 2022 | 07:45 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Usulan penundaan Pemilu 2024 oleh beberapa ketua umum parpol koalisi pemerintah adalah pengkhianatan terhadap amanat reformasi 1998. Sebab, penundaan pemilu yang akan diikuti dengan penambahan masa jabatan presiden itu inkonstitusional.

Begitu tegas politisi PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko kepada wartawan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa malam (1/3).

"PDIP menolak kemungkinan perpanjangan maupun penundaan pemilu, karena itu mengkhianati semangat reformasi," tegas Budiman.


Budiman juga mengingatkan para elite politik agar tidak melupakan buah dari reformasi 1998 hanya untuk kepentingan politis yang elitis semata. Reformasi 1998, kata dia, diperjuangkan dengan energi, keringat dan darah masyarakat Indonesia yang tidak semestinya dicederai dengan kepentingan politik elitis.

"Dalam demokrasi itu ada namanya keteraturan, kedisiplinan demokrasi, dan saya kira PDIP yang juga sudah dinyatakan oleh sekjen kami Pak Hasto menolak itu, taat saja kita pada konstitusi," sesal aktivis '98 ini.

Lebih lanjut, Budiman menyebut, para elite politik lebih hati-hati menyuarakan penundaan Pemilu 2024. Sebab, hal tersebut jelas melanggar konstitusi dan etika dalam berdemokrasi.

"Saya kita harus hati-hati menyuarakan itu. Karena itu melanggar konstitusi dan melanggar etika berdemokrasi yang salah satu tujuannya adalah memastikan regularitas pergantian kepemimpinan nasional," kata dia.

Selain itu, menurut Budiman, alasan kebangkitan ekonomi sebagai dasar penundaan pemilu cenderung mengada-ada. Sebab, Indonesia sedang tidak dalam kondisi darurat seperti perang atau diserang oleh negara lain.

"Menghadapi adanya analisis ngga ada uang segala macam saya kira itu mengada-ada. Ya kita kan ngga akan menghadapi perang," tandasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya