Berita

Presiden Joko Widodo saat memberikan arahan pada Rapim TNI-Polri di Mabes TNI, Cilangkap/Repro

Politik

Jokowi: TNI-Polri Tak Bisa Ikut dalam Urusan Demokrasi

SELASA, 01 MARET 2022 | 16:46 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Presiden Joko Widodo mengingatkan bahwa disiplin tentara dan kepolisian berbeda dengan masyarakat pada umumnya.

“Tidak bisa yang namanya tentara, yang namanya polisi itu ikut dalam urusan demokrasi,” kata Jokowi saat memberikan arahan dalam Rapim TNI-Polri di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (1/3).

“Di tentara itu gak ada namanya demokrasi, gak ada bawahan itu merasa bebas, tidak sama dengan atasan. Hei gak boleh,” ujar Jokowi mengingatkan.


Jokowi menginginkan agar hal fundamentan di TNI-Polri tersebut betul-betul dipastikan dan ditegakan kembali. Dengan begitu, kata Jokowi bisa membawa masyarakat ke dalam kedisiplinan nasional.

Kedisiplinan itu, kata Jokowi juga harus dipegang teguh oleh keluarga TNI-Polri. Kepala negara itu menginginkan agar tidak ada keluarga TNI-Polri berbicara semaunya atas nama demokrasi.

“Sekali lagi di tentara di polisi tidak bisa seperti itu, harus dikoordinir oleh kesatuan,” tekan Jokowi.

Sebab, Jokowi mengungkapkan kehawatirannya saat melihat Whatsapp Grup (WAG) personel TNI-Polri. Namun ia tak menyampaikan WAG yang ia lihat apakah berisi perwira tinggi, menengah atau level bintara.

Dalam WAG itu, Jokowi menemukan adanya ketidaksetujuan dengan kebijakan pemerintah memindahkan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur.

“Misalnya berbicara mengenai IKN (ibu kota negara), 'nggak setuju, IKN apa'. (Kepindahan IKN) itu sudah diputuskan oleh pemerintah dan sudah disetujui oleh DPR," tegas Jokowi.

Jokowi mengingatkan bahwa kedisiplinan aparat TNI-Polri itu berbeda dengan sipil. Jika dibiarkan, kata Jokowi berpotensi menjadi penyimpangan besar dan hal itu mengakibatkan TNI-Polri kehilangan kedisiplinannya.

"Hati-hati dengan ini. Dimulai dari hal yang kecil, nanti membesar, dan kita akan kehilangan kedisiplinan TNI maupun Polri. Karena disiplin tentara dan disiplin polisi itu berbeda dengan sipil dan dibatasi oleh aturan oleh pimpinan, itu saya ingatkan," tegas dia.


Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Presiden Prabowo Patok Belanja Negara Rp4.097 Triliun, Defisit Rp671,2 T di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:15

Pemerintah Anggarkan Belanja Rp4.097 Triliun untuk Delapan Program Prioritas di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:59

Titah Prabowo Usut Tambang Ilegal Wajib Dilaksanakan TNI-Polri

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:55

Prabowo Targetkan Efisiensi Rp360 Triliun dari Belanja Pemerintah

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:41

Muktamar NU dalam Pusaran Politik Kepentingan Umat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:20

Prabowo Usul Beri Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora dengan Talenta Terbaik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:10

Iwan Sumule: Program Prabowo adalah Amanat Konstitusi

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:09

Kepastian RUU Perampasan Aset, Menteri Hukum: Tunggu DPR Gelar Uji Publik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:53

Prabowo Siapkan Ambulans Udara hingga Tim Dokter Terbang untuk Layani Daerah Terpencil

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:52

Prabowo Buka Opsi Datangkan Dokter dari Luar Negeri untuk Praktik di Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:32

Selengkapnya