Berita

Beni Pramula saat ceritakan proses penunjukan dirinya sebagai Ketua Umum DPP Partai Pelita/RMOL

Politik

Cerita Beni Pramula saat Dapat Titah Din Syamsuddin sebagai Ketua Umum Partai Pelita

SENIN, 28 FEBRUARI 2022 | 19:16 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ketua Umum Partai Pelita, Beni Pramula, bercerita saat dirinya akhirnya ditunjuk oleh mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah yang juga Ketua Majelis Permusyawaratan Partai (MPP) Partai Pelita Prof Din Syamsuddin.

Mulanya, Beni yang juga mantan Ketua Umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) itu tidak menyangka dirinya bakal dipilih sebagai Ketua Umum Partai Pelita yang baru saja dideklarasikan di Gedung Joang '45, Menteng, Jakarta Pusat.

"Pak Din bilang bahwa anda salah satu calon ketua umumnya dari beberapa calon yang diusulkan oleh MPP. Saya menyampaikan saya bingung karena Prof Din ini,  seangkatan saya waktu beliau Ketua Umum PP Muhammadiyah, saya ketua umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di tingkat pusat," kata Beni Pramula dalam pidato politiknya usai pengukuhan jajaran pengurus Partai Pelita, di Hotel Santika, Slipi, Jakarta Barat, Senin (28/2).


Beni yang sempat merasa bingung dengan keputusan yang memilihnya sebagai Ketua Umum Partai Pelita itu akhirnya tidak berpikir panjang.

Beni mengaku sangat mengetahui figur Din Syamsuddin yang tidak pernah ada sedikitpun catatan merah dalam perpolitikan nasional.

Apalagi, kata Beni, saat dirinya menjabat Ketua Umum DPP IMM, Din Syamsuddin kala itu menjabat sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah.

"Kalau Prof Din ngomong itu bagi saya bukan hanya titah tapi bagaikan sabda yang susah ditolak," tegasnya.

"Saya yakin ketika Prof Din yang menghubungi, bahwa ini adalah panggilan jihad fisabillillah, panggilan untuk agama, panggilan untuk bangsa dan negara dan pantang untuk saya menolak panggilan," imbuh Beni.

Beni lantas menjelaskan latar belakang Partai Pelita yang digagas dan diinisiasi tokoh nasional Din Syamsuddin.

Menurutnya, berangkat dari kegelisahan dalam melihat kehidupan berbangsa dan bernegara yang saat ini.

Beni mengungkapkan, situasi saat ini cenderung terpolarisasi dan lebih mengedepankan perbedaan ketimbang usaha dalam mencari persamaan, hal ini menjadi landasan awal berdirinya Partai Pelita.

Beni mengatakan, pihaknya hadir untuk dapat mengakomodir perbedaan golongan, generasi, daerah, suku dan keyakinan yang ada, serta menjadi harapan bagi rakyat, menuju Indonesia yang adil dan makmur.

Ia mengatakan bahwa perjalanan sejarah pencapaian cita-cita kemerdekaan hingga saat ini belum secara sempurna mewujudkan keadilan dan kemakmuran rakyat.

"Untuk itu masih diperlukan kerja keras dari segenap elemen dan komponen bangsa untuk berpegang teguh pada nilai-nilai kebenaran, kejujuran, keadilan, dan kesejahteraan, dalam suatu wawasan persatuan dan kebersamaan yang berkeadilan,” ujar Beni.

Partai Pelita, kata Beni, hadir dengan visi sebagai kekuatan politik pemersatu bangsa untuk mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Beni juga menegaskan bahwa visi tersebut akan diperkuat dengan misi Partai untuk menggalang persatuan dan kesatuan bangsa, memfungsikan agama sebagai kekuatan Penggerak pembangunan bangsa.

Selain itu, Beni berkomitmen Partai Pelita akan berusaga meningkatkan kecerdasan politik rakyat, menegakkan demokrasi Pancasila secara murni dan konsekuen, serta mendorong peran kaum muda dan perempuan untuk kemajuan bangsa.

“Partai Pelita akan mengedepankan peran kaum muda sebagai motor penggerak, menuju perubahan untuk seluruh elemen bangsa. Pelita adalah partai anak muda,” tegas Beni.

Meski langkah perjuangan dalam mengejawantahkan gagasan perubahan ini telah ditempuh jauh hari sebelumnya, sebagai simbol titik baru perjuangan yang lebih konkret, Partai Pelita akan mendeklarasikan secara terbuka keberadaannya sebagai partai nasionalis religius yang inklusif.

“Partai Pelita menyatakan siap untuk berlaga pada pesta demokrasi 2024 mendatang. Bersama ini juga, kami sekaligus mengajak keterlibatan aktif dari seluruh komponen bangsa untuk menyongsong perubahan bersama Partai Pelita,” demikian Beni.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya