Berita

Ketua Majelis Permusyawaratan Partai (MPP) Partai Pelita/RMOL

Politik

Din Syamsuddin: Partai Pelita Tak Hanya Diisi Purnawirawan TNI dan Polri

SENIN, 28 FEBRUARI 2022 | 17:49 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Partai Pelita telah resmi dideklarasikan pada hari ini Senin (29/2), setelah mendapatkan Surat Keputusan (SK) dari Kemenkumham sebagai partai politik.

Ketua Majelis Permusyawaratan Partai (MPP) Din Syamsuddin mengatakan masih ada banyak tokoh nasional yang akan bergabung dengan Partai Pelita. Mereka di antaranya para purnawirawan TNI-Polri hingga lintas ormas.

Namun, Din Syamsuddin enggan menyebutkan nama para tokoh yang dimaksudkan.


"Belum bisa disebut nama. Tapi Alhamdulillah sahabat-sahabat baik saya dari berbagai kalangan memberikan dukungannya minimal doa dan restu. Ada yang mengatakan nanti saya mendukung dari luar, dari belakang, dan ada yang insyaAllah akan masuk," kata Din Syamsuddin.

"Bukan hanya dari kalangan purnawirawan, tidak hanya purnawirawan TNI-Polri lho ya, berbagai kalangan juga ya, tokoh-tokoh ormas, kaum profesional, perempuan, tapi yang senior di MPP yang milenial di DPP Pelita," imbuhnya.

Saat ditanya soal kedekatannya dengan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo dan Partai Pelita dikait-kaitkan dengan Gatot, Din menyebut pada waktunya akan disampaikan siapa saja tokoh yang akan bergabung tersebut. 

"Ya nanti pada waktunya insyaallah kalau Partai Pelita mendapat dukungan rakyat, dan dapat ikut serta mencalonkan presiden, kita akan saring dari putra-putri terbaik bangsa. Yang sudah muncul sekarang ini di survei-survei, why not, kenapa tidak ya," katanya.

"Enggak bisa disebut namanya. Tidak etis bagi saya, tetapi saya mendapat penyampaian bukan hanya Purnawirawan TNI atau Polri, tetapi juga berbagai kalangan, termasuk tokoh ormas lain," demikian Din Syamsuddin.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya