Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan/Net
Gagasan soal "Islam Tengah" yang belakangan ini digaungkan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dinilai membuahkan hasil politis. Pasalnya, popularitas dan elektabilitas PAN terpantau meningkat dan berhasil mengungguli Nasdem dan PKS,
Hal itu terpotret dalam rilis survei Indonesia Political Opinion (IPO) bertajuk "Dinamika Isu Sosial Kemasyarakatan dan Konstelasi Politik 2024" pada Sabtu (26/2).
Dalam rilis IPO, PAN berhasil memperoleh angka keterpilihan sebesar 5.0 persen, sementara PKS cenderung menurun hanya sebesar 4.3 persen dan Nasdem 4.6 persen.
Posisi itu konsisten dengan perolehan hasil survei pada periode Agustus 2021 yang lalu, di mana PAN berhasil berada di posisi 7 dengan 5.8 persen, dan PKS 4.9 persen.
Sementara Nasdem sebelumnya masih lebih unggul dari PAN yakni sebesar 7.8 persen.
“Peningkatan perlahan PAN jika dilihat dari urutan waktu berdekatan dengan kampanye Zulhas soal Islam Tengah, terlebih memang ada semacam pertentangan opini antara kelompok Islam radikal dan plural, sehingga memungkinkan gagasan itu berbuah simpati dan dukungan publik pada Zulhas, juga PAN," kata Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah, dalam keterangannya.
Menurut Dedi, posisi PAN dalam persepsi publik terkait keterpilihan jika Pemilu dilaksanakan hari ini tidak lagi mengagetkan, pasalnya temuan pergerakan elektabilitas PAN mulai terlihat sejak survei periode sebelumnya. Hal ini diyakini karena PAN berhasil memperkuat jaringan pemilih di tingkat bawah.
“Jika membandingkan popularitas PAN di ruang siber, perbincangan media sosial, mungkin tidak signifikan, tetapi fakta di tingkat bawah dan dalam sebaran nasional, PAN cukup disukai dan dipilih," pungkasnya.
Survei IPO ini menggunakan metode multistage random sampling (MRS), atau pengambilan sample bertingkat dengan margin of error) 2.90 persen, dan tingkat akurasi data 95 persen.
Survei IPO digelar pada medio 15-22 Februari 2022 melalui sambungan telepon kepada 1220 responden yang dipilih secara acak di 34 provinsi di Indonesia.