Berita

Tangkapan layar PeduliLindungi milik Dewi Sukma yang dinyatakan positif tes di Bumame/Ist

Nusantara

Bumame Diprotes, Pasien Tidak Pernah Datang Swab/PCR tapi Dinyatakan Positif Covid-19

SABTU, 26 FEBRUARI 2022 | 13:32 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Lab penyedia jasa layanan PCR dan swab test, Bumame Farmasi kembali disorot.

Salah seorang warga Bintaro bernama Sukma Dewi mengaku dirugikan setelah tercatat positif Covid-19 di aplikasi PeduliLindungi.

Di aplikasi tersebut, tercatat positif Covid-19 setelah tes PCR di Bumame tertanggal 21 Februari 2022. Padahal, Dewi Sukma terakhir kali tes PCR pada tahun 2021 silam untuk keperluan ke Bali.


Hal itu diketahui Dewi Sukma pada Jumat malam (25/2), saat dia mengecek aplikasi PeduliLindungi karena berencana melakukan perjalan ke luar negeri dalam waktu dekat ini.

Merasa kaget dan tidak terima dinyatakan positif Covid-19, Dewi Sukma dan sang suami langsung menyambangi Bumame Farmasi Bintaro.

"Jam 10.15 WIB malam dateng ke Bumame, istri saya berdebat, Bumame tetap aja enggak mau ngakuin salah. Terus saya bilang buka aja dong CCTV-nya, nah enggak mau dia buka CCTV-nya," kata suami Dewi Sukma, Apriyadi Malik kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Sabtu (26/2).

Apriyadi Malik merasa kesal dengan respons pihak Bumame yang terus mengelak dan tidak mengakui kesalahannya tersebut.

"Saya kesal mereka enggak mau ngaku. Kita enggak pernah tes antigen, PCR di situ (Bumame) kok tanggal 21 Februari 2022 itu (ada hasilnya di PeduliLindungi)," kesalnya.

Apriyadi Malik pun memiliki bukti-bukti berupa tangkapan layar (screenshot) dan rekaman video saat mempertanyakan kenapa pihak Bumame meng-Covidkan istrinya melalui aplikasi PeduliLindungi.

Apriyadi Malik menambahkan, pihaknya juga sudah melaporkan kejadian yang tidak mengenakkan tersebut kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melalui pesan singkat WhatsApp. Lalu, Menkes Budi pun memfollowup itu dan data yang ada di PeduliLindungi sudah negatif.

"Per hari ini sudah negatif (Covid-19). Tapi kan enggak bisa begitu dong? Harusnya kan dari pihak Bumame dong?" katanya.

"Tahu enggak, dia (Bumame) dengan entengnya bilang 'udah Ibu PCR lagi'. Lho, gimana orang kita enggak PCR, masak disuruh PCR? Terus istri saya suruh bayarnya pake OVO. Waduh, saya bilang ini ngada-ngada," sambungnya bercerita.

Apriyadi Malik berharap kejadian yang menimpanya tersebut tidak menimpa orang lain.

Untuk itu, ia meminta pihak Bumame meminta maaf dan mengklarifikasi kejadian yang menimpa istrinya tersebut. Menurutnya, itu masuk kategori pencurian data secara ilegal.

"Ya kalau dia enggak ada (Bumame) minta maaf ya tempuh jalur hukum aja," pungkasnya. 

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Menguji Klaim MBG Kunci Pertumbuhan Ekonomi Triwulan 1

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:12

JK Disarankan Maafkan Ade Armando

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:07

41,7 Persen Jemaah Haji Aceh Lansia

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:43

Bank Pelat Merah Cabang Joglo Dipolisikan

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:26

Empat Hakim Ad Hoc PHI PN Medan Disanksi Kode Etik

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:03

Presensi Ilegal 3.000 ASN Brebes Alarm Serius bagi Integritas Birokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:42

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

Digitalisasi Parkir Genjot Pendapatan Daerah

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:02

Ini Cerita Penumpang Selamat dari Bus ALS Terbakar di Sumsel

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:31

Impor Blueray 90 Persen Tetap Jalur Merah

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:28

Selengkapnya