Berita

Presiden Xi Jiping dan Presiden Vladimir Putin/Net

Dunia

Inggris: Ada Peran Xi Jinping di Balik Keputusan Vladimir Putin Gempur Ukraina

JUMAT, 25 FEBRUARI 2022 | 14:44 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kritikan tajam diarahkan Ketua Komite Urusan Luar Negeri Inggris Tom Tugendhat kepada Presiden Rusia Vladimir Putin atas keputusannya menyerang Ukraina.

Mantan perwira militer yang bertugas di Irak dan Afghanistan itu bahkan menyebut Putin sebagai "pemimpin yang mengerikan" yang "digunakan sebagai mainan" oleh Presiden China Xi Jinping.

"Saya pikir apa yang akan kita lihat adalah konflik yang sangat, sangat buruk. Saya berharap demi semua orang, tentara Rusia kalah dengan cepat, tetapi jika tidak, perang ini bisa berlangsung lama," katanya dalam sebuah wawancara dengan 9News, Jumat (25/2).


Anggota parlemen yang blak-blakan, yang vokal dalam mendukung Ukraina itu juga memperingatkan China mengawasi konflik di Eropa Timur untuk melihat bagaimana Barat merespons.

Tugendhat kemudian menuduh China menggunakan Rusia "sebagai kambing yang ditambatkan untuk melihat bagaimana reaksi Barat".

"Saya pikir sangat penting kita semua berdiri bersama di Rusia karena apa yang telah dilakukan secara efektif oleh Presiden China adalah menggunakan Putin sebagai mainan," kata Tugendhat.

"Australia, Inggris, banyak negara di seluruh dunia, negara-negara demokrasi bebas... dari Jepang hingga Amerika Serikat, perlu dijelaskan bahwa kami akan berdiri satu sama lain, kami akan membela supremasi hukum dan kami akan mengusir mereka yang tidak mendukung," tambahnya.

Tugendhat berpendapat bahwa Presiden China memiliki andil dalam pelaksanaan rencana Putin.

"Saya tidak berpikir Xi Jinping telah melakukan apa pun untuk menghalangi Vladimir Putin mengambil langkah lebih lanjut," katanya.

"Memang jika bukan karena dorongannya maka Vladimir Putin tidak akan mengerahkan ribuan tentara dari perbatasan timur dan menggunakannya untuk kejahatan ini, kejahatan perang ini," ujarnya.

Menteri Pertahanan Australia Peter Dutton setuju bahwa Presiden Xi bisa berbuat lebih banyak.

"Terus terang, ada satu pemimpin di dunia yang dapat menekan Presiden Putin. Itu adalah Presiden Xi," kata Dutton pada Jumat (25/2).

"China dan Rusia telah masuk ke dalam aliansi yang sangat tidak suci ini dan Presiden Xi memiliki banyak kekuatan yang dapat dia berikan kepada Presiden Putin," katanya.

"Dia telah memilih untuk tidak melakukan itu," lanjut Dutton.

Tugendhat memiliki pesan bagi kedua presiden untuk mempertimbangkan kembali aliansi masa depan mereka.

"Pikirkan kembali hubungan itu karena kebenaran mendasar adalah baik China maupun Rusia tidak pernah memiliki hubungan damai jangka panjang yang bertahan lama," katanya.

Anggota parlemen Partai Konservatif itu kembali mengecam Presiden Putin sebagai orang yang "egois", menuduhnya melakukan perang untuk kepentingannya sendiri.

"Strateginya selalu membuat Rusia lebih buruk, membuat rakyat Rusia lebih miskin dan lebih rentan," kata Tugendhat.

"Saya pikir dia secara konsisten menunjukkan dirinya sebagai pemimpin yang mengerikan," ujarnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Tak Sekadar Acara Formal. Mubes BMK 1957 Hadirkan City Tour di Semarang

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:23

BPS Catat Inflasi 2,88 Persen pada Juli 2026, Ini Biang Keroknya

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:22

Fahira Idris Desak Pemprov DKI Perkuat Antisipasi Puncak Kemarau

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:09

Usulan RUU LGSP MUI Jadi Ujian Keseriusan DPR dan Pemerintah

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:06

Provokasi Bangkrut dari ‘De Volkskrant’

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:02

Dewas Soroti Ratusan Pemberitahuan Pro Justitia KPK Terlambat Disampaikan

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:58

Ponpes Tambakberas Libatkan Santri Jadi Relawan Muktamar NU

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:49

Prabowo Akan Terima Kunjungan PM Thailand di Istana Merdeka Sore Ini

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:46

Indonesia Catat Deflasi 0,14 Persen di Juli 2026, Dipicu Harga Pangan

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:45

Tiga Masalah Utama Pemicu Turunnya Kepuasan terhadap Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:21

Selengkapnya