Berita

Politisi Partai Demokrat Cipta Panca Laksana/Net

Politik

Sindir PAN, Cipta Panca Laksana: Alasannya Nggak Jelas, Bilang Saja Maunya Pak Jokowi

JUMAT, 25 FEBRUARI 2022 | 14:24 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Alasan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mendukung Pemilu 2024 diundur dinilai mengada-ada. Terlebih dalam alasan itu, Zulkifli Hasan turut menyinggung ketegangan antara Rusia dan Ukraina.

“Nggak jelas alasan PAN ini. Sampai-sampai bawa-bawa konflik Rusia dan Ukraina segala,” tutur politisi Partai Demokrat Cipta Panca Laksana lewat akun Twitter pribadinya, Jumat (25/2).

Padahal, Zulkifli Hasan bisa meringkas alasan yang berbelit-belit di balik pengumuman PAN tersebut. Yaitu, sindir Panca, didasarkan pada keinginan Presiden Joko Widodo.


“Bilang saja maunya Pak Jokowi. Iya nggak sih?” sindirnya.

Zulhas, sapaan akrab Zulkifli Hasan telah mengurai ada lima alasan agar pemilu diundur. Pertama karena pandemi Covid-19 yang belum berakhir. Kedua, perekonomian di Indonesia yang belum membaik, di mana rata-rata pertumbuhan masih 3 hingga 3,5 persen.

Selanjutnya, perkembangan terakhir situasi global. Termasuk konflik antara Rusia-Ukraina yang akan sangat berpengaruh terhadap perekonomian global dan Indonesia.

Keempat, pemilu membutuhkan biaya besar. Terakhir hasil survei kepuasan publik yang tinggi pada kinerja Jokowi.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Beni Saputra Markus di Kejari Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 13:09

UPDATE

Konflik Memanas di Yaman Selatan, RI Dukung Saudi Gelar Konferensi Damai

Kamis, 08 Januari 2026 | 10:16

Kuasai 51,57 Persen Hak Suara, Danantara Tetap Jadi Pemegang Saham Mayoritas Telkom

Kamis, 08 Januari 2026 | 10:03

Bank Raya Perkenalkan Kartu Digital Debit Visa di Momentum Tahun Baru 2026

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:50

Investor di Asia Hati-hati Sikapi Gejolak Politik Global

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:36

Rencana Prabowo Bangun 1.100 Kampung Nelayan Tahun 2026

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:28

Kebijakan Chromebook Era Nadiem Rawan Dikriminalisasi

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:27

Bukan Sejahtera, Rakyat Indonesia Bahagia karena Beriman!

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:27

Menlu AS akan Bertemu Pejabat Denmark Soal Akuisisi Greenland

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:21

Pertama di Indonesia, BRI Raih Sertifikasi TMMi Level 3

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:13

Swasembada Harus Berdampak pada Stabilitas Harga Pangan

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:11

Selengkapnya