Berita

Pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas soal pengeras suara masjid picu kegaduhan di masyarakat/RMOL

Politik

Ketimbang Bicara Ngawur, Menag Yaqut Diminta Fokus Urus Hal-hal Substansial

JUMAT, 25 FEBRUARI 2022 | 00:44 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Kegaduhan kembali terjadi usai Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas membandingkan kumandang adzan dengan gonggongan anjing saat mencari pembenaran atas aturan barunya soal penggunaan toa masjid.

Sontak tingkah mantan Ketua GP Ansor ini mendapat kecaman dari berbagai elemen umat Islam.

Wakil Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB, KH Maman Imanulhaq menilai pernyataan Yaqut telah memancing kegaduhan.


Menurut Maman, selaku pembantu dari Presiden Joko Widodo (Jokowi), Yaqut harusnya fokus pada urusan yang substantif dan menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama.

"PKB meminta Menteri Agama untuk mengurusi hal yang substansial daripada sekedar toa apalagi bicara yang ngawur. PKB minta agar Menteri Agama bisa membatasi pernyataan-pernyataannya agar tidak menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat," kata Maman dalam keterangannya kepada Kantor Berita RMOLJabar, Kamis (24/2).

Maman berpendapat, pernyataan Yaqut tak menimbang sensitivitas umat Isalam dan kemajemukan publik Tanah Air. Baginya, apa yang dilakukan adik Ketum PBNU itu kontraproduktif terhadap upaya kerja yang digaungkan pemerintahan saat ini.

Apalagi, Presiden Jokowi berkali-kali mengingatkan kepada jajaran pemerintah pusat untuk menggunakan cara-cara komunikasi yang baik.

"Jangan malah pembantu presiden membebani pemerintahan dengan urusan-urusan atau isu yang tidak esensi, kontraproduktif, dan kontroversial," pungkas Maman.

Menag Yaqut menerbitkan surat edaran yang mengatur penggunaan pengeras suara di masjid dan mushalla agar lebih tertib. Sayangnya, Menag lalu mengasosiasikan toa masjid dengan gonggongan anjing.

"Kalau kita hidup dalam satu kompleks, misalnya. Kiri, kanan, depan belakang pelihara anjing semua, menggonggong dalam waktu bersamaan, kita ini terganggu enggak? Artinya apa? Suara-suara ini, apapun suara itu, harus kita atur supaya tidak jadi gangguan," ucap Menag Yaqut.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

4 Lapis Kegagalan PSSI dan Otoritas Liga

Jumat, 19 Juni 2026 | 02:18

Air Zamzam Jemaah Haji akan Didistribusikan di Tanah Air

Jumat, 19 Juni 2026 | 02:00

Gibran Prioritaskan Program MBG di Wilayah 3T

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:21

Ceko Kontra Afsel Berbagi Skor 1-1

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:19

Wamendes Dorong Intelektual Muda Mendukung Pembangunan Desa

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:00

MBG Bermanfaat untuk Masa Depan Anak-anak

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:26

Bomba Sayang Bumi Bagikan Bibit Tanaman di Muara Enim

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:11

Rupiah Tak Bisa Kuat hanya dengan Kebijakan Moneter

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:00

Warga Papua Surati Presiden Prabowo Minta Atensi Kasus Lahan Rp50 Miliar

Kamis, 18 Juni 2026 | 23:51

Kinerja Mendag Budi Santoso Harus Dievaluasi Demi Akselerasi Ekonomi

Kamis, 18 Juni 2026 | 23:37

Selengkapnya