Berita

Ilustrasi/Net

Suara Mahasiswa

Dari Normalisasi KDRT hingga Wayang Haram: Pengalihan Isu Berbasis Islamophobia

OLEH: DIAN FITRIANI*
KAMIS, 24 FEBRUARI 2022 | 16:34 WIB

PADA awal Februari, netizen Indonesia dihebohkan dengan potongan ceramah ustadzah Oki yang menyinggung soal KDRT, seorang ustazah yang juga merupakan kakak dari Youtuber terkenal yaitu Ria Ricis ini ramai dibicarakan setelah video ceramah yang disampaikannya 2 tahun lalu di magelang Jawa Tengah.

Tentu saja berbagai kecaman hingga kritikan diterima oleh ustazah kondang tersebut setelah video tersebut viral di tiktok hingga jagad Twitter. Anehnya, beberapa fakta yang menarik sebetulnya patut menjadi perhatian warganet yang diharapkan juga menjadi para pejuang akal sehat.

Alasan keanehan kontroversi tersebut adalah beberapa pertanyaan yang seharusnya digulirkan sebelum jauh mengomentari persoalan tersebut lebih jauh.


Pertama, mengapa ceramah dua tahun yang lalu baru digoreng pada awal Februari ketika warga sedang ramai menanggapi kelangkaan minyak goreng hingga IKN? Tentu saja hal ini menjadi pertimbangan kita apa iya memang hal ini pantas mengalihkan perhatian kita?

Lalu yang kedua, sebagai warganet yang budiman maka alangkah baiknya Meng-crosscheck apakah video ceramah tersebut tidak dipotong atau diedit sehingga tidak terindikasi menggiring opini masyarakat yang sengaja didesain oleh sekelompok orang.

Kemudian poin ketiga, apakah setelah mendengar potongan ceramah yang secara fakta saja terindikasi penggiringan opini atau framing tokoh ataupun ajaran yang disampaikan kemudian lantas kita tidak mempertimbangkan subtansinya?

Wahai warganet yang budiman, tentu saja terkait dengan isi yang disampaikan dalam ceramah seorang pendakwah tentu terdapat rujukan, jika memang kita peduli terhadap upaya merawat akal sehat, alangkah lebih baik kita mengecek rujukan berupa dalil mengenai nusyudz ataupun hal-hal yang berkaitan dengan isi ceramah ustazah Oki, bukan justru lantas dipanasi-panasi atau terkesan ikut-ikutan.

Selanjutnya mengapa kejadian ini berulangkali terjadi? Apakah memang ceramah ini sengaja digoreng oleh sekelompok orang untuk ditunggangi oleh mereka yang islamophobia, sehingga sengaja menggiring opini gina memberikan framing terhadap syariat Islam yang tidak membawa maslahat dan sebagainya.

Ceramah ustadzah Oki ternyata bukan satu-satunya yang diduga ditunggangi oleh kelompok orang yang tidak bertanggung jawab, ceramah ustadz Khalid Basalamah tentang wayang pun turut menjadi kontroversi setelah video ceramah ustadz khalid viral di media sosial, beliau pun resmi dilaporkan ke Bareskim Polri terkait ceramahnya tentang wayang haram. Beliau dilaporkan oleh aktor Sandy Tumiwa pada Kamis kemarin (17/2/2022).
 
Sandy melaporkan ustadz khalid bersama organisasi masyarakat (Ormas) bernama Setya Kita Pancasila. Laporan itu diterima usai pihaknya melengkapi sejumlah dokumen yang diminta oleh penyidik kepolisian.

Ada beberapa poin yang perlu diperhatikan dari pelaporan Ustadz Khalid pada sepekan lalu. Yang pertama, fakta menarik yaitu ceramah tersebut ternyata disampaikan oleh beliau berberapa tahun yang lalu, sebelum pandemi.

Kemudian fakta selanjutnya, tidak ada kata-kata "wayang haram" Dalam ceramah beliau. Dan fakta menarik selanjutnya adalah, konteks yang disampaikan dalam ceramah beliau adalah menjawab pertanyaan dari salah satu jamaahnya yang ingin bertobat dari profesi sebelumnya, yaitu dalang wayang, sehingga tidak ada indikasi bahwa ceramah Ustadz Khalid memusnahkan wayang sebagai budaya.

Wahai warganet yang budiman, tentu sebagai masyarakat yang hidup di zaman penuh dengan kemudahan dalam mengakses informasi, maka seyogyanya bijaksana dalam menanggapi berbagai macam informasi yang diterima dan tersebar luas.

Melihat dua isu di atas yang diduga ditunggangi oleh sekelompok orang yang sengaja didesain, bebeberapa motif diduga terlibat, seperti pengalihan isu dari beberapa kejadian penting yang terjadi seperti kelangkaan minyak goreng, pindah ibukota hingga kasus proyek batu anndesit di Wadas yang diduga terindikasi represivitas oleh aparat, ataupun ceramah-ceramah tersebut sengaja dicari-cari kesalahannya guna ditunggangi oleh kelompok Islamophobia yang beberapa tahun belakangan ini meradang di tanah air.

Beberapa kehadiran polemik yang sengaja diciptakan ini seharusnya menjadi modal kita agar tidak lagi terbawa arus oleh penggorengan isu yang bisa saja terulang lagi.

Cepat tanggap dalam mengendus indikasi polarisasi ini penting dalam mengubah kutur pemikiran masyarakat tanah air, terlebih penggorengan isu ini diduga untuk mendiskreditkan pihak berlawanan atau lawan politik atau bahkan umat mayoritas yaitu umat muslim.
Wallahu a'lam bisowab

Penulis adalah Mahasiswi Kesejahteraan Sosial Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ)

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Lepas Status WNI Kena Tarif Rp5 Juta, Ini Kata Ketua DPR

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:23

KPK Panggil Lima Pejabat BPK Sumsel

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:16

Saham BUMI Menguat 6 Persen pada Sesi I, Bukukan Transaksi Rp727,5 Miliar

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:15

Pengisian Jabatan di Kemenag Dituntut Adil dan sesuai Meritokrasi

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:08

Bisa Jadi Ada Aparat Lain Seperti Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:06

Sekolah Negeri Sepi Peminat Harus Jadi Perhatian

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:05

Mereduksi Bobot Kekuasaan Gibran Lewat Pergeseran Posisi Duduk Wapres

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:04

Sepak Bola Berbasis Bukti

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:50

DPR Minta Kesetaraan Penanganan Kasus Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:39

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Dilibatkan dalam Pemungutan Pajak Berpeluang Gerus Kepercayaan Publik

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:38

Selengkapnya